
Hujan deras hari ini. langit pekat dengan kelam membayang. kilatan petir dan suara guntur jadi suara pendukung dari rindu yang terus menanri - nari tanpa henti.
Dedaunan bergoyang tanpa irama yang pasti, rasanya tak mampu menyaksikan hari kelam dan dingin. ingin menyerah namun bayang- bayangnya dan seluruh yang ada padanya hadir dan pergi bersama angin.
Payung hitam jadi teman di tengah derasnya hujan, semakin kencang aku berlari semakin kencang angin menyongsongku. aku, angin, tanpa mu, tanpa tawa, tanpa lindungan. Terseok - seok menatap nanar pada langit. indah, begitu luar biasanya air langit yang tumpah ini, aku merasa tanpa teman, saksi bisu dalam keheningan dan semua berputar di sekelilingku.
Aku, aku yang menyisipkan rindu pada angin hujan malam ini, penuh air mata, lumpuh oleh pekatnya malam dan semua menghilang.......
No comments:
Post a Comment