Saat lelah jadi alasan terkuat untuk berhenti, saat rasa
percaya berubah menjadi angin dan saat cahaya matahari bukan lagi bagian dari
dunia ku, aku memilih tidak percaya dengan apa yang ku dengar, tidak melihat
dengan kedua mata yang miliki , tidak menggenggam dengan tangan. Namun melepaskannya
dengan hati.
Keindahan yang di lihat oleh mata bukan bagian dari duniaku,
saat mata bisa berbohong dan saat cinta menjadi alasan manusia untuk kebencian.
Aku berhenti !
Manytimes “desire” to
be LOVE, “falsehood” to be “LOVE” , many bad things to be “LOVE”. How can ?
My life for my dreams.
Ini bukan tentang cinta, kebohongan, kepalsuan atau penghianatan. Ini tentang
jalan –NYA. Aku punya halte pemberhentian, apa jadinya jika “halte”ku bias berjalan
? sekali lagi ini bukan tentang cinta. Ada manusia yang hidup untuk memilih ,
ada yang di pilih dan ada yang terpilih. Bahagia bukan tentang dia yang kau
dapatkan dengan sepenuh hati, bahagia bukan bisa memilih, di pilih atau
terpilih. Bahagia itu seperti bunga yang mekar pada waktunya dan dengan
sendirinya. Bahagia itu seperti hujan yang datang dan angina yang menemaninya.
Dan bahagia untuk ku seperti…………. (aku masih menunggu
seperti apa bahagia –“ku”)
