Saatnya untuk berjuang, perjalanan masih sangat panjang. Tak hanya alam yang jadi teman sekaligus penghalang tapi ego diri sendiri pun jadi tantangan yang harus di taklukkan. Dia menemaniku, ku ucapkan terimakasih (: aku tak bisa selalu menemaninya, dia ucapkan tidak apa aku bisa sendiri. Aku tau kau berbohong, sudahlahi saja. Itu percuma tapi……terimakasih (‘:
Aku tau, aku tak pernah melangkah sendiri. Aku selalu punya teman. Saat oase wajahku membanjir tak mampu tertampung, ada yang merangkul. Selalu ada cinta yang kembali asal kau berani menaburnya, membaginya dengan yang lain. Aku punya pelangi dan aku punya kelir warna. SEMPURNA sekali (‘:

Saat hujan datang, selalu ada pelangi setelahnya. Saat gambar langit yang ku miliki berawan hitam aku punya kelir warna untuk merubah hitamnya atap alam. Aku cinta keduanya, sama sama indah. Hey pelangi, aku ingin kau tau meski kau tak ingin mendengar atau sekedar melirikku tapi akan tetap aku katakan. Jangan tutup telingamu, atau aku akan berteriak. tetap lah jadi pelangi yang indah setelah hujan datang, aku pasti selalu melihatmu sesibuk apapun aku dengan segudang kebahagiaanku. Dan untukmu kelir warna, kau mampu merubah apapun. aku ingin kau selalu punya warna indah yang aku butuhkan namun jika kau tak memilikinya aku tetap ingin kau bersamaku. anugrah terbesar-NYA untukku adalah kalian :’D

Apa boleh aku menangis ? aku tahu jawabannya tidak. Jangan marah, ini kebahagiaan. Ucapan terimakasihku untuk teman sejati seperti kalian dari-NYA. Sejauh apapun jaraknya, aku tau kalian akan tetap kembali menyinari hari-hariku. Aku bukan tempat persinggahan tapi aku rumah untuk kembali.





