Wednesday, November 5, 2014

karna jatuh cinta tak pernah berdarah

Kamu yang membuatku melihat bahwa hidup jauh lebih indah dari apa yang ku bayangkan. Kamu yang membuatku merasakan bahwa aku tidaklah dirugikan. Kamu yang membuatku melihat bahwa aku mampu menjadi lebih baik untuk orang yang lebih baik pula. 

Aku tidak palsu maka aku berhak untuk mendapatkan yang serupa. Aku memberi karna cinta tidak hanya selalu menerima, seperti yang kamu katakan cinta tidak hanya sekedar kalimat "aku mencintaimu". Sering kali aku bertanya,  "apa ini sungguh-sungguh ?"; dan kamu hanya berkata bahwa aku hanya harus menutup mataku dan rasakan bagaimana hatiku begitu menginginkannya.

Karna jatuh cinta tak pernah berdarah sayang, karna jatuh cinta bukanlah luka, karna jatuh cinta adalah hal yang istimewa. Seperti aku, ucap mu.




Kamu bilang, aku memiliki hak untuk berkata "tidak" padamu oleh karena itu aku berkata "ya". Kita tidak saling membatasi, hanya percaya jika kita ingin punya masa depan dalam rumah yang sama maka kita harus saling menjaga diri kita.

Kamu bilang, aku bebas pergi kemanapun yang aku mau karna ini hidupku. Kita tak saling bergantung karna kamu belum cukup pantas untuk jadi pegangan masa depanku maka kita mulai memantaskan diri untuk kita dimasa depan.

Kamu bilang, aku tidak harus seperti yang dia katakan karna itu bukan aku; bukan aku yang menyenangkan. Aku hanya harus duduk bersamamu dan menceritakan segalanya tanpa menyembunyikan apapun terlebih hal-hal yang melukaiku karna kamu adalah obatku. Aku tidak perlu merefleksikan diriku padamu, kita berbeda maka kita bersama.

Karna cinta tak membuatku harus melewati aturan-aturan yang dibuat olehmu, tak perlu ada pembuktian karna tak akan ada waktu yang cukup untuk membuktikannya sebab cintamu tidaklah sedangkal lautan yang terlihat biru pekat, ucapmu.

Wednesday, October 15, 2014

membuat pilihan tanpa memilikinya

Jika saya memberi orang lain kesempatan untuk menemani saya melewati hari, maka dia mengisi bagian lain dihati saya. Jika saya membiarkan orang lain mengenggam erat tangan saya, maka dia mengenggam bagian dari apa yang belum pernah kamu genggam.

Tak pernah ada orang yang benar-benar sama, jika saya beruntung saya akan menemukan yang seperti namun jika ternyata berbeda atau sangat berbeda maka saya harus merasa beruntung karna yang terbaik adalah yang tak pernah terbayangkan.

Saya tidak memiliki pilihan lain selain mengikhlaskan sebab memaksakan apa yang saya inginkan pada orang lain bukanlah hal yang baik. Saya tidak ingin jadi orang yang jahat karna mengorbankan kebahagiaan orang lain untuk kebahagiaan saya.

Saya hanya ingin mengatakan bahwa tidak pernah ada yang bisa menggantikan tempatmu. Tempatmu adalah kepunyaanmu selamanya.

Wednesday, October 8, 2014

saya dan rindu tanpa kamu

Saya terlalu merindukanmu hingga tak mampu berkata dan kata rindupun terlalu seserhana untuk apa yang saya rasakan. Rasanya begitu buruk saat saya tidak melihatmu. Saat saya melihatmu dan hanya sampai disana rasanya lebih buruk lagi. Saya bertanya tanya apa yang sedang maha segalanya inginkan dari saya, akhir cerita seperti apa yang sedang saya mainkan. Dilain waktu saya hanya berpikir "jalani saja dan saya akan tahu bagaimana akhirnya" dan setelahnya saya kembali mempertanyakan sikap saya.

Saya menghabiskan banyak waktu untuk memberi ruang pada diri saya sendiri tanpa membuat batas, terkadang saya ikut didalamnya dan dikesempatan yang lain saya hanya jadi pendengar yang baik. Saya merasa perlu untuk memahami diri saya sendiri, tahu apa yang saya inginkan dan apa yang saya rasakan. 

Menangis memang tidak pernah menyelesaikan apa yang belum tuntas namun menangis membuat saya terlihat lebih manusiawi, memberi tanggapan atas apa yang saya rasakan dan terkadang itu membuat saya lebih dapat menerima kesulitan yang saya genggam.

Saya benci diri saya setiap kali saya tidak mampu mempertahankan apa yang saya miliki. Menemukan, mempelajari lalu memahami adalah proses yang harus saya lalui, tidak sebentar dan tidak semudah berkata "bahagia"; dan saya harus melaluinya lagi -melelahkan.

Wednesday, October 1, 2014

aku sayang diriku karena

Aku sayang diriku karena aku punya orang-orang yang mencintaiku dengan apa adanya mereka. Papa yang tidak pernah berkata "tidak" meski bukan selalu "ya", mama yang tidak pernah membiarkanku untuk selalu benar hingga aku tak perlu terlalu keras belajar untuk tau seperti apa salah, adik yang tidak pernah membiarkanku manja padanya hingga aku tidak perlu merasakan bagaimana sulitnya mandiri, dan kamu-ku yang sangat menyebalkan  namun mencintaiku dengan hatimu; tak akan pernah ku ganti meski ada yang  seribu kali lebih baik darimu.
Aku sayang diriku karna ketidak-sempurnaanku yang membutuhkanmu untuk menyempurnakannya. Aku sayang diriku karna lemahku yang selalu membutuhkanmu untuk menguatkannya. Aku sayang diriku karna kamu bagian didalamnya. Aku sayang diriku karna kamu menyayanginya.

Mereka membuatku melihat bahwa aku terlalu berharga untuk jadi sebuah hiasan.

Aku punya mimpi yang harus ku kejar saat mentari datang. Aku punya harapan yang terus ku pupuk saat bulan menggantung di langit. Aku punya janji untuk diriku sendiri yang harus ku usahakan berubah jadi kenyataan disetiap hariku. Aku punya dunia yang harus ku warnai disetiap hela nafasku, karna segala yang ku miliki adalah hadiah untuk mereka.

Aku sayang diriku karna aku punya mereka. 





Terima kasih untuk orang orang yang mencintaiku dan cintaku bertambah untuk kalian setiap detiknya. L

Friday, September 26, 2014

L E S S O N

Ternyata memiliki luka yang sama tidak membuat kita lantas mengerti bagaimana caranya saling menjaga.

Ternyata memiliki kenangan yang sama tidak membuat kita lantas mengerti bagaimana caranya tidak saling menyakiti.

Ternyata memiliki cerita yang sama tidak membuat kita lantas mengerti bagaimana caranya untuk tetap bersama.

Saling mengerti tidak membuat kita saling mengisi. Banyak rindu yang tidak pada tingkat kepantasan diam diam menyelinap lalu memamerkan dirinya. Banyak saat dimana rindu mengundang keputusasaan lalu terlelap dalam linangan air mata.
Banyak tawa palsu hanya untuk pameran "baik-baik saja".

Ternyata memiliki cinta  yang besar tidak membuat kita lantas saling bertahan dalam duka ditengah tengah bahagia.

Ternyata memberi yang terbaik tidak membuat seseorang yang diberi mampu memahami dan tetap berdiri disisi.

Komunikasi yang baik membuat kita saling memberi kabar dan bertukar cerita namun tidak mampu membuat hati berpindah arah. Rasa bahagia tak pernah lama tinggal. Saling bertukar tawa tidak membuat hati mampu menerima lalu memutuskan untuk tinggal.

Ternyata tidak lagi merasa terluka, tidak membuat seseorang mampu memulai cerita -baru.



Tuesday, September 16, 2014

sesederhana K-I-T-A

Jangan tanyakan seberapa besar cinta saya untuk kamu sebab tidak ada yang mampu menakarnya, rasakan lah.

Cinta saya tidak rumit sebab saya ingin mencintai kamu dengan sederhana, sesederhana saya yang jatuh lalu terluka.

Jika kamu meminta saya menunjukkan seberapa besar keseriusan saya, saya hanya dapat membuktikannya dengan memberimu jalan untuk menjadikan saya istrimu kelak.

Cinta saya tidak rumit sebab saya ingin mencintai kamu dengan sederhana, sesederhana saya yang tersenyum hanya dengan membayangkan wajahmu.


Saya tidak memaksamu untuk menjadi orang paling sempurna karna sayapun jauh dari kata tersebut. Saya tidak menginginkan orang yang melaksanakan apapun yang saya kehendaki, saya adalah calon makmum yang tidak cukup mampu untuk membiarkan calon imam saya membimbing saya pada yang tidak seharusnya. Saya hanya tidak mampu untuk diam dan hanya melihat kamu melakukan hal yang salah sebab inilah cara saya memperlihatkan cinta saya untuk kamu.

Cinta saya tidak rumit sebab saya ingin mencintai kamu dengan sederhana, sesederhana secangkir kopi yang menemanimu -selalu.

Boleh kah saya menjadi secangkir kopi untukmu dikala kamu menikmati pagi, siang, sore dan malammu ?

Monday, September 8, 2014

l a l u

Aku pernah tahu "seperti apa kamu". Aku pernah merasakan digenggam dan menggenggam tanganmu. Aku pernah ada dibahumu. Aku pernah jatuh dan tanganmu yang terulur.

Aku pernah disana, saat jarak bukanlah masalah dan waktu masih jadi teman kita. Aku pernah melihatmu tersenyum bahagia, benar benar senyum bahagia. Bukan hanya diraut wajah namun juga dimatamu, dihatimu.



Aku pernah punya kesempatan untuk duduk dan bersantai melewati waktu hanya dengan menonton televisi namun dengan sangat bahagia, bukan karna apa yang ku lihat melainkan karna bersamamu aku melihatnya.

Saat waktu masih jadi teman kita, tak pernah terpikirkan oleh ku seperti apa esok karna saat matahari datang, aku tahu kamu ada dan aku masih memelukmu.

Saat waktu masih jadi teman kita ......

Monday, August 18, 2014

benarku dan benarmu terlalu berjarak

Kita adalah aku dan kamu. Saat salah satu dari kita menjadi pembicara yang baik dan salah satu dari kita yang lain bukanlah pendengar yang baik. Aku dan kamu yang dinamai kita mampu berbuat apa ?

Cinta tidaklah melihat bagaimana aku membatasimu namun bagaimana aku menjagamu. 

Seharusnya kita saling menguatkan agar tak pernah ada yang lemah lalu menyerah.



Memberi kesempatan adalah hal yang mampu saya lalukan dan diberi kesempatan adalah hal yang tak mampu saya dapatkan. Hidup sesimple memberi tanpa mengharap orang yang sama -tidak hanya diam dalam penerimaan.

Saya mungkin salah dengan segala cara saya menjaga tapi disetiap detiknya, yang saya letakkan disana kebaikan sebab saya tidak ingin melihat orang yang saya kasihi terlihat tidak baik baik saja.  Saya bukan wanita yang hanya diam saat melihat sesuatu yang buruk kamu undang masuk ke dalam diri mu.

Sesuatu yang saya anggap benar adalah sebuah salah untuk mu. Dan kesalahan yang kamu buat terlalu berat untuk saya benarkan. Jika tak pernah ada salah maka kita tak pernah tau apa itu benar. Jika tak pernah ada salah maka kita tidak pernah belajar untuk menjadi lebih baik. Jika tak pernah ada salah maka tak pernah ada kita.

Aku dan kamu yang diberi nama kita adalah sebuah salah yang tak pernah jadi benar -karna kita berhenti memperbaikinya.



Sunday, August 17, 2014

P O T O N G A N

Entah langit menangis atau bahagia. Entah hanya sekedar berawan atau mendung. Entah tanah basah atau gersang berdebu. Entah angin bersorak atau hanya berbisik. Entah musim berganti atau bahkan diam di tempat; bagiku masih sama , masih namamu, masih untukmu  -yang lalu.

Diam diam aku bertanya pada setiap kenangan. Apa dia pernah kemari hanya untuk sekedar mengingat kami ? Apa di lain waktu saat aku merasa ingin memeluknya dia sedang mendekap bayang bayangku ? Apa dia menyusuri kenangan kami hanya dengan dirinya dan kenangan yang seperti tak mampu menguap ?

Maaf untuk setiap potongan masa depan yang melibatkanmu di dalamnya. Kini ini milikku, lupakanlah. Jika -meski tak mampu, berbohonglah. Bohongi saja aku, berpura puralah sudah tak mengingatnya -untuk kita.

Berprasangka baiklah padaku juga pada segala jarak yang ku ciptakan, tidak untuk menyingkirkanmu.
Berprasangka baiklah padaku juga pada segala diamku, tidak untuk membuatku terlihat benar.
Berprasangka baiklah padaku juga pada segala bicaraku, tidak untuk menghalangi langkahmu.
Berprasangka baiklah padaku yang juga berprasangka baik atas segala yang ku lihat juga ku dengar tentangmu -yang menyakitiku.




Pergi jika bosan dan kembali saat ingin, maklum tak pernah punya akhirkan ? Logika tak pernah mau mengalah dan ego tak pernah terkalahkan terkecuali cinta mengisi setiap pori-porinya.

Bertahan saat ingin begitu mudah bukan ? Bagaimana jika mempertahankan saat sudah tak ingin, tak memiliki alasan lain selain tak pernah ingin melihat kehancuran ? Jika ini kau sebut egois maka aku harus menyebut kepergianmu sebagai apa ? Harus ku namai keikhlasan ? Keharusan ? Atau rencana tuhan ?

Cerita baru tak melulu tentang tokoh tokoh baru -pula. -L-

Saturday, July 5, 2014

kamu adalah sebuah keharusan

Kamu bukan lagi sebuah pilihan untuk ku, kamu adalah sebuah keharusan. Entah apa yang harus aku lalui, entah bagaimana kamu mesti melewati, entah seberapa buruk cara kamu, entah dengan cara apa aku harus memperbaikinya ; yang ku ingin lihat kamu tak beranjak selangkah pun dari ku.

Yang ku minta bukan sebuah bintang atau planet sayang, 

Yang ku minta ketersediaan mu untuk menemani dalam pengertian, kesabaran, kemarahan, kesakitan dan kelukaan akan kita yang buruk dan kita yang baik.





Jika bersama akan terasa saling memberatkan tak masalah untuk ku, aku akan selalu merasa baik baik saja di tengah keputusasaan ku melewati waktu bukan karna aku tahu ini akan menemukan kesudahan melainkan aku tahu kamu masih di sini -di sisi ku.

Aku tak lagi mempertanyakan cinta karna ini jauh di atasnya. Aku hanya merasa kamu jadi salah satu kebiasaan ku, bagian dari apa yang ku jalani dalam sakit atau bahagia ku dan ini lebih dari cukup untuk menjadi alasan tak dibinasakan atau membinasakan "kita".

Jika setumpuk keburukan yang terlalu jelas untuk tak di lihat terabaikan oleh sebuah kecintaan akan kebutuhan untuk bersama, aku tak lagi mampu mencari cari alasan untuk memilih meninggalkan dan ditinggalkan.

Saat oksigen yang ku hirup terasa menyesakkan dada meski tak ada racun di sana aku tahu sesuatu yang salah pada hati ku membuat dunia tak lagi aman untuk dilewati atau hanya berdiam diri.

Aku sanggup menanggug beban yang tak pernah ku kira sebelumnya jika itu artinya kita jalan bersisian dengan tangan yang saling memiliki.

Sunday, June 22, 2014

apapun namanya maksud ku selalu "kamu"

Ada yang bilang saat sebuah hubungan yang dekat menjadi renggang dan air mata ikut hadir di sana maka yang di tangisi adalah kenangannya. Sering aku berfikir jika dia tidak pergi, aku bisa membuat kenangan yang jauh lebih indah dan jauh lebih banyak. Kemudian aku kembali berfikir, yang ku rindukan kenangan di mana kamu menemani ku membuat sejuta bahagia dan luka atau aku merindukan kamu yang meski hanya diam mampu membuat ku mengingat segala hal yang terjadi baik -meski itu buruk ?

Semua tempat yang ku suka pernah ku kunjungi bersama mu, jika ada tempat yang tak kita kunjungi pastilah karna kita memang tak suka. 
Maka kemana pun aku melangkah di sana aku melihat mu.

Aku sibuk memikirkan alasan untuk membuat ku tidak menyukai mu, aku tau segala hal buruk tentang mu namun entah bagaimana mata ku melihatnya "biasa" hingga aku menemukan hal yang ku anggap "buruk" pun aku tetap tak mampu membuat mu tidak baik di hati ku. Terserah pada mu ingin menyebut ini apa. Sebanyak apapun luka yang kamu beri pada ku, aku punya obat yang lebih banyak lagi untuk membuat luka-luka ini sembuh. Ingin tau tidak aku menyebutnya apa ? Hmm aku menamainya kenangan baik.

Tak jarang aku lelah melihat tingkah mu yang sering mengabaikan ku, dan ajaibnya saat kamu datang dengan bentangan tangan mu aku tak pernah mampu menolaknya dan melupakan segala pengabaian mu pada ku. Aku terlalu merindukan mu untuk marah. Aku terlalu mencintai mu untuk marah. Aku terlalu membutuhkan mu untuk merasa marah.

Tahu kah kau bagaimana aku bertahan ? tak apa jika kau tak tahu. Aku bahagia memperjuangkan mu. Jangan pergi dari sisiku ya -aku tak ingin kau tau sebanyak apa yang ku korbankan untuk mu.

Saturday, June 21, 2014

mengenang

Aku hanya ingin bertahan untuk melihat mu jadi yang terbaik dari segala hal baik yang ku miliki.
Aku hanya tak mampu melepaskan hati mu entah itu saat ini atau nanti.
Aku berjuang untuk tidak membuat hati kita terluka dan aku hanya manusia.

Aku terlalu ingin menjadikan mu orang yang berada di sisi ku, yang ku cintai entah dengan marah ku, bahagia ku, kecewa ku atau bahkan dengan lelah ku.
Aku hanya tak mampu melihat mu terluka hingga ku rasa aku mampu memutar dunia lebih cepat agar malam terasa singkat dan gapaian tangan ku saat pagi berada di balik punggung mu.


Kita hanya tidak mampu bertahan untuk tidak merasa terluka lagi, kecewa lagi meski ada bahagia lagi.

Ku rindukan saat saat kita tertawa karna terlalu merasa bahagia untuk hanya tersenyum.
Ku rindukan saat kita pulang dalam guyuran hujan namun dengan hati yang terasa sangat hangat.
Ku rindukan saat suara mu mengisi setiap hari ku.
Ku rindukan saat dimana wajah mu muncul di balik kaca jendela untuk mencari ku.

Masih ingat tidak saat tak ada hari tanpa tidak bertemu ?
Masih ingat tidak saat aku tidak bisa berhenti bicara karna terlalu mencemaskan mu dan kamu hanya tersenyum lalu membelai pipi ku ?
Masih ingat tidak betapa tidak mampunya aku tanpa mu hingga setiap lelah ku, ku sandarkan pada pundak mu ?

Aku masih ingat saat dimana kamu memperjuangkan ku hingga ku kira kamu gila dan aku ingin sekali memeluk mu saat ini.
Aku masih ingat saat aku sibuk memasak untuk mu dan kamu datang diam-diam lalu memeluk ku.
Aku masih ingat saat setiap kejutan yang ku beri hanya jadi bahan tertawaan mu dan aku pura-pura ngambek karna selalu di tertawakan oleh mu.

Waktu cepat berlalu dan terlalu banyak yang dapat terjadi dalam sehari, aku takut pada akhirnya ini sama seperti pintu yang sering kali aku lupakan - aku sudah menguncinya atau belum. Jadi aku menulisnya, menulisnya lalu menulisnya.

Terlalu banyak kehilangan karna sebuah perpisahan.

Wednesday, June 4, 2014

Jika aku menahan mu pergi, hiraukan aku ya

Yang kamu temukan adalah aku, makhluk ciptaan tuhan yang lemah namun anehnya sanggup menopang mu saat kamu dalam kritis baik semangat ataupun dalam niat. Aku yang katanya makhluk ciptaan tuhan yang sepatutnya di lindungi justru jadi sumber kekuatan mu, jadi tempat mu bersandar saat kepenatan dunia memenuhi rongga dada. Tempat berkeluh kesah, tempat mu berbagi bahagia juga beban setiap harinya.

Yang kamu temukan adalah aku, makhluk ciptaan tuhan yang penuh dengan emosi hingga mampu memberimu limpahan perhatian dan cinta ikut mengalir di dalamnya. Mampu memberimu perasaan yang tak terbayangkan.

Yang kamu temukan adalah aku, makhluk yang paling sempurna namun tak pernah benar-benar sempurna bagimu.

Jika kau mengenal ku dengan memberi hati mu, mau kah kau pergi dengan mengembalikan hati ku yang tak ku sengaja terjatuh di hati mu ?

Jika kau menyerah menjadi panutan ku, petunjuk ku juga jadi teman ku dalam melewati setiap episode kehidupan ku, mau kah kau pertimbangkan kembali banyak hal yang sudah ku bagi meski resikonya aku kehilangannya juga semua waktu yang kau lewati bersama ku hingga jadi kita yang lalu dan kita yang sekarang ? Masih akan ada kita yang nanti tidak ?




Jika aku menahan mu pergi kau tetap meninggalkan ku tidak ? 
Jika aku menahan mu pergi, hiraukan aku ya. Jika aku menahan mu entah dengan menatap mata mu atau tidak, entah menggamit jari jari mu atau tidak. Yang ku tahu pasti, aku bersungguh - sungguh saat itu.


Jika kamu menyerah lalu aku harus bagaimana ? Menahanmu tidak seperti menyimpan buku buku yang ku cintai, yang tak ingin pun mereka berada di sini bersama ku mereka tak akan mampu melangkah. Tidak seperti kamu yang mampu berlari lalu sembunyi di belakang punggung ku.

Tuesday, May 27, 2014

tidak bisakah kita saling mengingatkan meski dalam kita yang terluka ?

Perbedaan adalah cara tuhan memperlihatkan betapa indahnya kebersamaan. Perbedaan adalah cara termudah untuk jalan beriringan, saling membahagiakan dan saling menyempurnakan -bagiku. Lain halnya bagimu, perbedaan adalah jalan berpisahan, yang meski kita punya pilihan lain kita seolah tak melihat kesempatan bahagia di dalamnya.

tidak bisakah kita saling mengingatkan meski saat salah satu dari kita terluka karna salah satu dari kita yg lain ? 

Kita memang terlahir dengan jodoh kita masing-masing. Entah itu akhirnya tetap jadi kita atau tidak, tapi berupaya memutuskan siapa yang bersanding dan menghabiskan sisa waktu yang kita miliki untuk selalu bersama baik dalam bahagia maupun airmata tidak buruk bukan ?

Sungguh hati yang tak mampu di bohongi tak mungkin salah menentukan tempat berlabuhnya. Seperti aku yang juga tak mungkin salah memilihmu. Bukan cinta yang buta, namun kita lah makhluk yang sempurna di antara makhluk lainnya memilih untuk mengatas namakan segala nafsu atas cinta. Tak lagi suci, tak lagi murni, tak lagi penuh arti. Menghalalkan yang haram karna jadi kebiasaan dan kebutuhan.

Tidak bisakah kita saling mengingtkan meski dalam luka dengan tutur bahasa yang menjadi obat ? Tidak bisakah kita saling menerima karna beginilah kita, dan kita yang semakin tumbuh jadi lebih baik lagi ? Tidak bisakah jadi saksi bagaimana kita saling bertengkar lalu tertawa bersama ? Tidak bisakah jadi satu-satunya yang tinggal saat semua orang pergi ? Tidak bisakah jadi sandaran saat dunia terasa tanpa tembok ?

Tidak bisakah ?


- ku tanyakan pada sosok yang terpantul dalam cermin

Sunday, May 25, 2014

Jika tak mampu MELEPASKAN maka terbiasalah untuk merasa DILEPASKAN

" Aku sudah melupakan mu ". Sebenar-benarnya melupakan adalah yang tidak di katakan namun di buktikan dengan tindakan, sering kali tindakan yang di perlihatkan hanya "sebuah kepalsuan" layaknya topeng yang terlihat selalu tertawa meski si pemakainya sedang berlinang airmata.

Ketahuilah banyak alasan seseorang untuk terlihat baik-baik saja entah untuk meyakinkan dirinya sendiri atau untuk tidak menambah lukanya sendiri. Tidak menangis bukan berarti bahagia dan tertawa tidak berarti tidak sedang berduka. Banyak airmata yang menjadi wakil dari rasa bahagia dan banyaknya tawa yang berarti ketidak sanggupan menanggung beban yang lebih berat lagi.

Banyak alasan seseorang terlihat tegar, bukan untuk memberi pertunjukkan adu kuat namun menyimpan harapan besok akan lebih baik dan segalanya akan kembali baik-baik saja seperti saat angin belum menerbangkan helaian rambutku detik ini. 

Melepaskan seseorang tidak seperti melepaskan ikatan tali, yang jika terlalu erat maka si gunting siap membantu. Tidak pula seperti mengenggam pasir yang jika terlalu erat maka pasir-pasir itu akan melepaskan diri mereka sendiri.

Sesuatu yang dibiasakan maka akan jadi hal yang biasa karna telah terbiasa, akan jadi pilihan utama mesti cinta jadi pilihan lainnya. Tak ada yang tak mampu di lakukan waktu selain kembali pada masa lalu. Jika tak mampu melepaskan maka terbiasalah untuk merasa dilepaskan. 

Friday, May 23, 2014

Melepaskan tidak semudah mengucapkan selamat tinggal sayang

Harus sebanyak apalagi selamat tinggal yang terucap untuk orang yang sama ? sepertinya selamat tinggal kehilangan esensinya sebagai kata perpisahan untuk ku. Harus selama apa lagi ? harus berapa kali lagi ku lompati waktu untuk setiap ucapan selamat tinggal mu sayang ? tak lelahkah kau bergulat dengan kata perpisahan ? boleh aku bertanya, selamat tinggal yang ku baca pada pada kotak pesan ku , kau tulis dengan hati mu tidak ? anehnya setiap ku baca pesan selamat tinggal mu yang ingin ku lakukan memelukmu dan tak lagi ku lepaskan. Tak rindukah kau  pada pelukan ku ? pada jari – jariku yang bermain di punggungmu ? pada wangi rambutku di dadamu ?



Berapa banyak selamat tinggal yang harus ku dengar ? berapa banyak selamat tinggal yang harus tak ku hiraukan? Bisa kita akhiri permainan yang membosankan ini ? maaf jika ku tak bisa berjanji untuk tak melukaimu , aku layaknya manusia biasa meski aku memiliki kemampuan lebih dari wanita lain jika itu berarti membahagiakan mu. Minta aku berjanji untuk tak meninggalkanmu, maka tangan ini akan selalu dalam genggaman mu.

Lagi, lagi dan lagi tak ku temukan penjelasan dari mu selain ‘ selamat tinggal’ dalam kotak pesanku. Baiklah terserah padamu, jika kita tak cukup baik untuk bersama maka ayo kita berpisah saja. Ini kah keputusan yang kau anggap cukup baik ? jangan ingat kebersamaan kita, jangan ingat harapan dan mimpi – mimpi kita, jangan kenang bagaimana cara kita berbagi, jangan kenang apapun ! maka kau ku lepaskan.


Melepaskan tidak semudah mengucapkan selamat tinggal sayang. Jika kau salah maka aku tak lagi butuh benar. Jika kau hitam maka biarlah tak ada lagi putih. Jika ini sakit biarlah ini jadi sakit ku yang terakhir. Melepaskan tidak semudah berkata selamat tinggal sayang. Melepaskan tidak semudah berkata pergi. Melepaskan tidak semudah terjatuh. Melepaskan –untuk ku- sesulit bangkit berdiri. Melepaskan sesulit membuat waktu berjalan mundur –tidak mungkin. 

Jangan megucapkan selamat tinggal pada orang yang tak mampu kau tinggalkan sayang

Monday, May 19, 2014

Jangan meminta ku kuat agar kamu dapat menambah luka ku

"Kamu mau aku pergi ? Aku akan pergi tapi jangan pernah memintaku kembali karna aku tak akan bisa mengambulkannya seperti saat ini. Aku selalu berharap yang terbaik untuk mu, jadi wanita yang kuat ya. Selamat tinggal". Potongan dialog terakhir antara aku dan rasyi selalu jadi hantu dalam malam-malam saat aku terlelap. Kami tak pernah bertengkar hingga berteriak, cekcok kecil pun jarang terjadi namun bukan berarti kami melewati hubungan itu tanpa ada rasa sakit atau tangis air mata. Cinta tak selalu tentang rasa bahagia bukan ?
Saat aku memutuskan untuk pergi, aku rasanya gagal menjadi seorang calon imam yang baik. Ternyata banyak yg harus ku berikan dan ku dapatkan untuk membagi setiap detikku bersama orang yg ku cintai -rasyi. Air matanya yg sering kali ku lihat saat kami berdebat tak lagi mampu ku abaikan, meninggalkannya tak memberinya lebih banyak air mata lagi atau luka atau mungkin juga bahagia.
Aku belajar melewati hari- hari tanpa dia yg sering datang tiba-tiba dan memelukku saat angin membuatku terasa beku, tak lagi ada yang datang membawa makanan favoriteku, tak lagi ada yang datang hanya untuk menemaniku dalam dian, mendengarkan lagu favorite dan menguatkan ku saat badai masalah menerbangkan semangatku. Kenangan hanya jadi kenangan tak peduli seberapa kuat aku ingin itu jadi kenyataan.
Waktu berjalan terasa lambat, aku tersenyum saat bertemu teman-temanku, tertawa saat ada hal yang lucu namun saat aku hanya dengan tembok kamarku kesepian dan air mata meski hanya setetes jadi teman setia ku. Yang ku bayangkan saat sebelum tidur hanya wajahnya yg mudah tertawa bersamaku.
Entah apa rencana tuhan, aku bertemu lagi dengan rasyi gadis yang 2 tahun lalu memintaku meninggalkannya dan aku dengan begitu saja mengabulkannya. Banyak yang berubah, termasuk suasana canggung ini. Aneh rasanya, teramat sangat.
"Apa kabar bima ?", itu yang di tanyakannya pertama kali saat kami bertemu. "Baik, kamu apa kabar ?". "Aku juga baik, lama ya tidak bertemu". Tak tahu kah dia sepanjang malam yg ku ingat, yang ku pikirkan adalah dirinya. Aku hanya tersenyum. "Tahu tidak, aku tetap tak bisa melupakanmu. Banyak cara yang ku lakukan untuk membuat semuanya berjalan dengan baik. Hatiku tak lagi sakit tapi tetap menyimpan harapan yang sama , juga pada orang yang sama"
"Bima, Jangan meminta ku kuat agar kamu dapat menambah luka ku. Ingat dulu kamu bilang aku harus kuat ? Jika kamu kira aku baik-baik saja selama ini, sejujurnya kamu salah. Aku tak jauh berbeda darimu. Bahkan saat ini aku menahan diriku untuk tak memelukmu, bersandar di pundakmu, mengayunkan tanganku untuk menggenggam tanganmu. Hatiku pun tak lagi terasa sakit, tapi tak ada yang bisa membuatku melihat laki-laki lain hingga saat ini. Akhir seperti apa yang akan kita pilih
bima ? takdir apa yang di inginkan tuhan untuk kita ?".


Aku tak memiliki satu kata pun untuk merespon kalimat-kalimatnya. Aku hanya memeluknya dengan erat dan dalam hati, aku janjikan tak akan lagi ada kesepian untuknya meski dia berteriak memintaku pergi.

Friday, May 16, 2014

aku tempat untuk tinggal bukan persinggahanmu

Kita sudah cukup dewasa untuk tau apa-apa yang ingin kita capai, bagaimana mencapainya dan berusaha untuk mencapainya.

Waktu adalah penjawab pertanyaan terbaik. 
Sayangnya yang terbaik itu tak selalu kabar baik atau hal-hal yang menggembirakan. Jangan menduga duga berapa pertanyaan yang ku punya dan belum ku temukan jawabannya karna itu sangat banyak, aku tak hanya menunggu. Aku berusaha. Banyak hal yang hanya bisa berubah jika kita berusaha. Jangan tanyakan padaku apakah hasilnya selalu baik karna tiap kita sudah mengetahuinya.

Kau tahu hatiku adalah rumah mu tapi sering kali kau lupa bahwa kau memiliki rumah dan sibuk berlalu lalang mencari penginapan. Aku memang tak pernah pergi, dimanapun kau aku tetap jadi rumah yang setia tapi kau melupakan bahwa aku juga memiliki perasaan. Benar , sabarku tak pernah habis, waktu yang ku miliki mungkin terbatas tapi jika yang terbatas ini ku habiskan bersamamu tak masalah untukku NAMUN sebagai rumah aku ingin memiliki penghuni. Yang bergegas pulang saat dia pergi karna merindukanku, penghuni yang enggan meninggalkan aku –rumahnya.

Aku tak akan meninggalkanmu hanya karna kau sibuk mencari penginapan NAMUN akupun tak akan terus menunggu. Tidak meninggalkanmu juga tidak menunggumu. Jangan menguji kesetiaan, dia ada untuk memberi kenyamanan bukan sebagai bahan ujian.

Aku memang rumahmu, saat tak ada tempat lain untuk mu kau tau kau selalu bisa kembali padaku NAMUN tidak berarti kau bisa keluar dan masuk sesukanya.  Tidak pantaskah hatiku yang menjadi rumahmu, kau hargai barang hanya sedikit saja ? saat kau sibuk dengan hati yang lain –yang ingin kau jadikan rumah barumu- tetapi tidak terjadi lalu kau datang padaku –rumahmu yang pintunya selalu terbuka.
Hey hatiku ini tempat yang di sebut rumah bukan hanya persinggahan layaknya warung makan.

Daun yang jatuh karna tertiup angin tak akan pernah kembali melekat di dahan tempatnya mengantungkan hidup, bagaimanapun kau berusaha melekatkannya. Dan jika dia melekat di sana tak akan terlihat “SAMA” seperti sebelum dia tertiup angin........ lalu terjatuh.

Saturday, May 3, 2014

JANGAN JADI PENCURI

Aku bukan wanita yang merebut kebahagian dari wanita lain, tau kenapa ? karna aku tak pernah ingin kebahagiaan ku di rebut oleh wanita lain. Sesuatu yang memang bukan untukmu lalu kau ambil maka dia akan menguap dalam kedipan matamu. Secepat itu ? ku yakinkan jawabannya ya.

Memang tak masalah saat kita berada dalam posisi yang menguntungkan, sepertinya kita melupakan TUHAN yang melihat apa-apa yang tak nampak oleh mata; rasa sakit yang disembunyikan, air mata di balik topeng, doa-doa di antara banyaknya tadahan tangan; sebaik-baik nya wanita adalah yang dapat saling menghargai di antara sesamanya.

Untuk apa menyita waktu berpikir bagaimana caranya menghapus senyum orang lain, di saat kita tau namun tak sadar bahwa sudah ada yang mengatur segalanya. Aku, kamu, kita, mereka hanya bermain peran, tiap-tiap kita memiliki skenario yang sudah tertulis. Jangan risaukan kebahagiaan orang lain, jangan menyalahkan orang lain untuk ketidak bahagiaan mu.




Sebelumnya sudah ku katakana “jadilah wanita yang kuat, yang bisa mencuri bahagia dari sakitnya luka”. Kalau ingin menggunakan caraku boleh saja. Seperti ini, pilih dan pilah dalam setiap kenangan atau kenyataan dan pikirkan efek positifnya.

Dengan tidak bersama :
1.   
Kita tak lagi saling menyakiti
2.     Kita tak lagi berusaha keras tidak saling melukai
3.     Kita tak lagi berdebat dengan hal yang itu-itu saja
4.     Kita tak lagi bergantung satu sama lain
5.     Kita tak lagi saling berbagi untuk sesuatu yang tak ingin kita bagi
6.     Kita tak lagi meluangkan waktu di antara padatnya pekerjaan
7.     Kita tak lagi menelan kecewa
8.     Kita tak lagi harus saling berbagi kabar
9.     Kita tak lagi harus menyimpan emosi
10. Tak lagi harus mencoba semua masakan ku hasil percobaan resep yang tak selalu berhasil
11.   Tak lagi ada laporan aku mau kemana, sedang dimana, dengan siapa
12.   Tak lagi ada kebohongan di antara kepercayaan
13.   Tak lagi menjadi orang lain
14.   Tak lagi ada air mata –yang ini harus di coret
15.   Tak lagi ada rasa curiga
16.   Tak ada lagi cemburu –yang ini jugaharus di coret
17.   Tak perlu repot-repot mengikutiku dalam banyak kegiatan
18.  Tak perlu mengantar makanan hanya karna aku ingin makan ini atau itu
19. Kau tak lagi harus memahamiku yang lebih rumit dari gulungan benang kusut
20.   Kau tak harus menuruti semua keinginanku yang seperti anak-anak
21.   Kau tak harus menemaniku bermain dan mengacaukan tugasmu
22.   Kau tak harus memaksakan dirimu untuk ada dalam aturan-aturanku
23.   Kau tak lagi harus membacakan cerita di kantung yang memberatkan kelopak matamu
24. Kau tak lagi harus mendengar omelan ku yang seperti tak pernah habis
25. Kau tak lagi harus menungguku selesai makan –sudah ku percepat tapi tetap saja lama
26.   Kau tak lagi harus mendengar semua ceritaku yang tak pernah habis setiap harinya –yang membosankan
27.   Kau tak lagi harus membaca semua tulisanku yang tak berujung
28.   Kau tak lagi harus mengingatkan ku, sekuat apa tubuhku
29.   Kau tak harus repot-repot menemaniku belanja
30.   Kau tak lagi harus mengantar dan menjemputku –merepotkanmu saja
31.   Kau tak lagi harus cemas karna semua kecerobohanku
32. Kau tak lagi harus menjelaskan apapun kepadaku yang sudah di beritahu berkali-kalipun tetap saja tidak ingat
33.  Kau tak lagi harus berhemat atau menyisihkan apa yang kau miliki karna ingin memberiku sesuatu
34.   Kau tak perlu mendengarku marah-marah karna mencemaskanmu
35. Kau tak harus repot-repot menceramahiku karna aku keras kepala (sekali)

Aku punya daftar yang lebih panjang lagi tapi sepertinya ini sudah cukup. Aku tak mampu menjamin ini berefek namun bisa di coba, barang kali membantu. Setiap rasa putus asa datang dan ketidakberdayaan memeluk baca daftarnya, baca, baca, dan baca.

Menjadi kuat atau lemah adalah sebuah pilihan. Kuat itu bukan berarti tidak pernah menangis, tidak bisa terluka, tidak pernah sakit atau tidak pernah merasa ‘jatuh’. Kuat itu ‘aku tidak apa-apa, semua akan baik-baik saja, ini akan sembuh, aku bisa berdiri lagi meski belum saat ini, aku bisa, ini bukan masalah’.

Jangan jadi wanita yang ingin di kasihani, namun jadilah wanita yang selalu mengasihi

Thursday, May 1, 2014

DILUAR KUASAKU

Bagaimana aku dapat mengucapkan “selamat tinggal, aku melepasmu….” Kepada seseorang yang tak pernah jadi milikku ? Kenapa aku menangisi seseorang yang tak pernah ada dalam hak kepemilikanku ? Bagaimana aku bisa mengupayakan yang terbaik untuk seseorang, yang bahkan tak menganggap aku ada ?

Memangnya aku bisa memilih akan jatuh cinta pada siapa ? memangnya aku punya kesempatan untuk berpikir aku sebaiknya jatuh cinta padanya atau tidak ? memangnya aku punya kuasa untuk menunjukkan hatiku kepada siapa seharusnya dia jatuh cinta ?




Aku hanya memiliki pilihan untuk memberikan hatiku atau tidak. Aku hanya memiliki kesempatan untuk membiarkan kau menyadari bahwa aku jatuh cinta padamu atau tidak. Aku hanya punya kuasa untuk membuatmu melihat , aku jatuh cinta padamu atau tidak.

Merasa di permainkan ? tidak juga, perasaan bukan hanya tentang aku suka karna ini atau aku tidak suka karna itu. Memangnya tidak iri melihat kakek dan nenek yang masih mesra hingga saat usia senja dan menunggu kematian mereka ? kamu pikir mereka hanya saling mencintai karena mereka suka semua yang ada pada mereka satu sama lain ? yang benar saja ! cinta mungkin hilang, sayang mungkin hilang ;di makan waktu,  tapi kebiasaan dan komitmen sesuatu yang pantas untuk di perjuangkan dan di pertahankan.

Saat pertama kali aku melihatmu aku tak memiliki apapun, tak punya banyak harta, tak punya tempat berbagi, tak punya tempat untuk menampung cintaku dan setelah aku mengenalmu aku merasa memiliki sesuatu yang berharga dan yang ku sadari aku sedang jatuh cinta saat itu. Ingin aku menambahkan kata “sangat dalam “ setelah jatuh cinta tidak ? jatuh cinta ku terlalu polos untuk membandingkanmu dengan lelaki yang lain. Sungguh aku tak pernah berencana untuk jatuh cinta padamu. Jangan pernah memikirkan seseorang untuk di cintai , sadarilah bahwa cinta yang memilih untuk mencintainya. Dan aku sadar. Jeng jeng ! terkejut tidak aku jatuh cinta padamu se-awal itu ?


Waktu sangat cepat berlalu jadi kurasa mungkin aku akan melupakanmu dan segala didalamnya, untuk berjaga-jaga jika suatu hari nanti aku melupakanmu. Aku punya banyak tulisan yang akan mengingatkan ku ; ngomong-ngomong kamu ingin aku melupakan mu atau tidak ?; Kenangan tidak untuk di lupakan kan ? jika yang kau maksud perasaan dan segala yang rumit tentangnya, aku tidak tahu jawabannya. Aku tidak bisa melihat masa depan dengan kacamata –sekarang. Aku hanya berusaha untuk mendapat masa depan yang baik menurutku entah ada kamu di sana atau tidak aku tak tahu pasti.

Wednesday, April 30, 2014

GAKPAPA

aku kasih tau satu rahasia tapi syaratnya "usaha" gak peduli sesulit apapun, aku maunya kamu "usaha".

melupakan orang yang punya kenangan indah sama kita mudah ? kalau aku bilang sih hampir gak mungkin.
di  tinggal sama orang yang kita sayang enak ? kalau aku bilang sih meninggalkan dan di tinggalkan gak ada enak-enaknya.
merelakan dia bahagia tapi bukan sama kamu itu gak papa yang penting kan DIA BAHAGIA ? hahaha. kalau aku pribadi sih suka banget sama kalimat ini, sekaligus ngerasa agak tolol terus nyesek sendiri setelah itu ngerasa makin tolol. hhahahaha

tadinya gak nyadar kalau sayang sama dia, sekalinya dia pergi baru deh kecarian (bahasa gaulnya sih gitu). apalagi kalau udah bareng lama, keluarga sama temen-temen udah sama semua, tiap ketemu gak keliatan bareng di tanyain deh tu yang satu kemana. agak heran sih ini orang-orang pura-pura lupa atau emang lupa beneran, gak sengaja nanyak atau emang niat mau nyakitin, terlebih yang pake cerita-cerita "katanya dia lagi deket tu sama ini", atau "eh tadi aku liat dia loh makan sama ini" atau "kayaknya dia udah punya pacar baru ya" atau lagi "dia lagi deket sama siapa sekarang?". pengen banget nyiram air dingin di atas kepalanya biar sadar yang di tanyain hatinya masih ada walalupun udah gak utuh. setelah gak keliatan bareng -bareng, mulai bareng tapi sama yang lain terus satu sama lain tau, nyesek sendiri, sakit hati. coba kasih tau, ini apa namanya. mau ngatain bodoh gak tega.

kalau yang di kangenin udah pergi selama-lamanya mentok-mentok di kirimin doa ya kadang-kadang di tangisin kalau udah nyesek abis. nah kalau yang di kangenin masih hidup dan keliaran di sekitar kita enaknya di apain ? di kirimin doa juga kali ya biar cepet sadar kalau ada yang ngangenin (makin ngelantur)

ada yang punya pilihan buat bareng sama orang lain padahal hatinya masih ketinggalan di orang sebelumnya, ada yang lebih milih buat mupuk cintanya nunggu potongan hatinya balik ke tempat semula baru deh cari orang yang mau ngejaga setengah hatinya, walaupun dia punya banyak pilihan lain. pribadi sih milih yang kedua, ribet emang tapi kan proses bukan buat jadi keluhan. di nikmati aja

sekarang aku kasih tau rahasianya, tapi inget harus "usaha". 
ada luka yang bisa sembuh tanpa di obati tapi ada pula luka yang belum juga sembuh padahal kita tak pernah lalai mengobatinya. sabar dan usaha kuncinya. munafik memang saat kita selalu mengatakan berusaha tapi kenyataan dalam hati tak pernah ingin berusaha. yang benar-benar tau kamu usaha atau gak ya cuma kamu, orang lain itu kerjaannya komentar sama nontonin aja. menurut ku hasil itu tak selalu nomor satu. hasil itu cuma berhasil atau tidak berhasil kan ? tapi proses ? banyak banget yang kita dapat di proses, pelajaran- pelajaran yang gak di ajarin di bangku sekolahan tapi bukan berarti proses di sekolah tidak mempengaruhi.

intinya kita niat, usaha, usaha, usaha, usaha, usaha terus usaha. aku cuma bisa doain semoga kita berhasil, untuk sampai di target pencapaian tertinggi ya. semangat !


Tuesday, April 29, 2014

PENCIPTAKU TAHU SEGALANYA

Tuhan tau gimana capeknya aku ngelewatin ini semua sendirian
Tuhan tau gimana sabarnya aku ngadepin tingkah kamu
Tuhan tau aku sudah lelah pertahanin kamu
Tuhan tau aku sudah ingin berkali-kali menyerah untuk tetap menunggu
Tuhan tau gimana sakitnya aku ngeliat kamu sama yang lain dan aku cuma bisa nangis sendiri
Tuhan tau aku jatuh sakit setiap kali aku denger kamu dekat sama wanita lain
Tuhan tau gimana inginnya aku meluk kamu buat kasih tahu kalau aku ada di sini selalu -buat kamu
Tuhan tau aku selalu berusaha terlihat kuat buat kamu –cuma buat kamu
Tuhan tau selalu ada nama kamu di setiap doa-doa ku , entah berharap kamu baik-baik saja atau sehat selalu
Tuhan tau aku selalu belajar untuk jadi lebih baik dari waktu ke waktu  jadi aku gak ngecewain kamu seandainya kamu milih aku –seandainya
Tuhan tau aku belajar ngeikhlasin kamu , sekuat yang ku mampu agar kamu dapat kebahagiaan yang kamu cari
Tuhan tau aku sungguh-sungguh merelakanmu , melepaskanmu untuk bebas memilih -termasuk tak memilihku
Tuhan tau aku gagal membuangmu dari ingatanku, gagal mengenyahkanmu dari hatiku, gagal melangkah tanpa bayang-bayangmu, gagal tersenyum karna tersadar bukan kamu yang menggenggam tanganku
Tuhan tau aku mencoba dan pada akhirnya aku sadar, yang ku lakukan tetaplah mununggu dan selalu menunggu





Aku bertanya- tanya yang asal tahu saja sampai sekarang belum ku temukan jawabannya  ; biarlah…… mungkin jawabannya belum ingin ku temukan atau kami saling mencari jadi belum bertemu hingga kini. Biarlah, biarlah terus aku bertanya tanya dengan begitu aku terus punya harapan di sela- sela tanya ku yang belum menemukan ujung (dengan harapan yang terus membumbung) ; apa ini benar ? apa aku sudah benar ? apa aku yakin ini yang benar ? apa ini yang ku inginkan ? apa ini yang ku butuhkan ? apa hanya aku yang merasakan ? apa hanya aku ? apa hanya aku ? apa hanya aku ? apa hanya aku ?


-jalan ini terlalu berliku dan aku terlalu banyak terluka

Terimakasih ya untuk inspirasinya . aku punya pundak, mungkin tak begitu nyaman tapi aku bersedia meminjamkannya dan aku tak akan pergi hingga kau memintaku pergi bahkan mungkin saat kau memintanya aku tetap tak pergi.

Monday, April 28, 2014

SEBUAH NAMA UNTUK SI 'RASA'

beri aku sebuah nama untuk sebuah pertanyaan tentang rasa

setiap ada yang datang tanpa berusaha melihatnya dari sisi yang lain, tanpa mencoba melihatnya lebih jauh. aku langsung menjawab "dia tak lebih baik dari 'dia-ku' "

tak pernah bermaksud ingin memiliki, namun saat aku tahu 'dia-ku' melihat ke arah lain. aku merasa terluka

aku tak apa jika 'dia-ku' tak melihat ku, seperti 'dia-ku' yang juga tak melihat ke arah lain

tak pernah berniat membuat 'dia-ku' masuk dalam kepemilikanku, namun meski seribu orang datang padaku tetap 'dia-ku' yang tak tergantikan

aku bisa mencintai yang lain tapi tak pernah bisa menghapus perasaan ku pada 'dia-ku'

semua yang ada pada 'dia-ku'  seperti tak bisa pergi dari potongan otakku hingga siapapun yang datang tak pernah terlihat mencapai cukup dari 'dia-ku'


beri aku sebuah nama untuk rasa yang entah bagaimana lagi aku harus menjelaskannya. beri aku sebuah nama untuk rasa yang entah harus ku apakan agar bertemu dengan kesudahan. beri aku sebuah nama untuk sebuah rasa yang entah kenapa tak bisa ku gambarkan dalam coretan - coretan tangan. beri aku sebuah nama untuk rasa yang entah berapa kali lagi harus  ku akui keberadaanya

-untuk yang tak pernah terlihat nyata di dunia ku. untuk 'dia-ku' yang tak bisa mati di sini -hatiku

makasih untuk inspirasinya. aku selalu punya bahu kok dan kamu gak pernah sendiri 

Wednesday, April 23, 2014

AKU PUNYA BAHU, UNTUK MU

Aku tahu ini bukan hari yang mudah untuk kau lewati. Tapi, coba lihat aku ! aku disini untukmu semau mu, sepanjang waktu yang kau butuhkan. Aku tahu ini bukan hari yang mudah untuk di hadapi seorang diri. Tapi, coba lihat aku ! aku di sini untuk menjadi teman, tanpa ada kesepian yang mengikuti. Aku tahu ini bukan hari yang mudah untuk terus terlihat tegar. Coba lihat aku ! aku disini untuk tak memnonton kau bermain sandiwara, aku mampu melihat luka meski kau menyembunyikannya.

Mungkin aku bukan orang yang kuat, aku juga terkadang merasa jatuh, menangis dan ikut dalam banyak permainan sandiwara yang di pentaskan .  aku terbiasa menghadapinya hanya dengan diriku sendiri, aku, aku yang memang tak memberi peluang orang lain untuk ada di sisiku, aku yang menutup pintu rapat-rapat dan menangis dengan menutup rapat mulutku. Tapi coba lihat aku ! aku berdiri tepat di sampingmu bersama dengan linangan air mata di pipimu. Coba lihat aku ! apa aku harus berbalik dan berpura-pura tak melihatmu dan air mata itu ? apa aku harus ikut bermain sandiwara lagi, lagi dan lagi ?


Ini bukan hari yang mudah untuk di lewati, aku tahu. Tapi kamu punya aku. Aku selalu punya pundak untuk menampung segala keluh kesahmu. Aku punya bahu untuk menampung segala kekesalan mu. Aku punya lengan yang siap merangkul segala rasa sakitmu. Kamu punya aku. Kita bagi ya




untuk yang sedang menunggu dalam luka, untuk yang bersabar dalam luka, untuk yang terus terlihat tegar dalam luka, untuk yang tak pernah menyerah memberi dalam luka, untuk yang terus hidup dan berdamai dengan luka akan datang seorang dia, di waktu yang tak terduga untuk jadi obat yang tak pernah habis.

Monday, April 21, 2014

ku tak bisa beri dia peluang untuk PATAH LAGI (saat ini)

Saat memilih untuk mencintai harusnya tiap-tiap kita tahu apa resikonya. Sudah tertulis jelas segalanya pasti bermuara, saat ada yang mengatakan awal tanpa perlu kamus aku tahu akan datang akhir –suatu hari nanti saat aku tak pernah menduganya. Pernah ada yang bilang cinta itu anugrah, ya memang terlepas seperti apa bentuknya pada dasarnya memang anugrah jika kita tahu dimana muaranya. Akan jadi indah jika kita tahu dimana muaranya. Akan lebih mudah jika kita tahu dimana muaranya.

Tapi cinta bukan hanya tentang akhir, yang ku maksud di sini adalah “PERJALANAN”. Semua sudah tahu akan ada akhirnya kan, lalu kenapa mesti berpikir dua kali ? jika tidak datang saat ini maka nanti. Kenapa masih menyia-nyiakan kesempatan ? kenapa masih mencari keyakinan ? kenapa masih berpikir “nanti” ?

“sulit untuk mengetahui apakah anda mencintai seseorang sampai mereka pergi” – GD Swan
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sering kali saat duduk sendiri. Bertanya-tanya pada dia yang entah dimana; apa kita memandang langit yang sama ? apa sampai salamku yang ku titipkan pada langit untuk mu ?  apa disana kau juga memikirkan ku ?

Saat pagi datang dan aku terbangun ; untuk kali ini, aku kehabisan peluru, baju baja ku hilang dan perlengkapan perangku tak ku temukan. Maaf, ku tak bisa beri dia peluang untuk patah lagi –hatiku. Tak bisa lagi ku ukir kenangan yang sama indahnya, kenangan yang sama pahitnya, kenangan yang bagaimanapun cara ku mengingatnya hanya akan jadi kenangan.



Jika anda mencintai seseorang, biarkan dia pergi . karna jika dia kembali, dia selalu milikmu dan jika dia tidak, dia tidak pernah ada. –khalil Gibran


Sunday, April 20, 2014

Apa yang diajarkan luka ?

Kehilangan membuatmu lebih dapat menghargai yang masih tinggal
Kehilangan membuatmu dapat belajar merelakan yang pergi
Kehilangan membuatmu mengerti bagaimana rasanya ditinggalkan
Kehilangan membuatmu banyak belajar tentang mengikhlaskan

Harapan ku untuk semua yang pernah ditinggalkan ; jangan pernah meninggalkan

Saat seseorang pergi maka akan datang beberapa orang yang lain, lalu datang beberapa orang yang lain lagi dan sama seperti halnya luka.

Apa yang tak habis dimakan waktu ? tak ada

Rasa cinta ? ah siapa bilang, coba kau tanya pada mereka yang pernah memiliki rasa cinta yang luar biasa ditahun tahun tahun sebelumnya dan tanyakan saat ini apa rasanya masih sama. Bagiku cinta bukan segalanya jika terbiasa pilihan lainnya.

Rasa benci ? jika kau bertanya pada si pendendam mungkin dia menjawab dengan mantap “ya” dan jika dia mau sedikit saja jujur dan terbuka pada dirinya sendiri, ku kira rasanya tak se-benci dulu.

Waktu tak pernah diam di tempat, jika yang kau maksud masa lalu maka itu sedetik sebelumnya, jika kau bilang masa depan maka itu sedetik setelahnya lalu sekarang ? berdiri di antaranya.




Yang pergi meninggalkan kenangan entah itu baik atau buruk, memang selalu ada orang-orang yang datang dalam hidup hanya untuk menggores luka lalu pergi, ada yang tinggal beberapa waktu untuk memberi pelajaran lalu tak lagi terlihat, ada yang datang untuk diajarkan lalu melangkah tanpa melihat ke belakang, dan akan ada saat nya dia yang datang untuk tinggal cukup lama hingga tuhan yang membawanya pergi.

Luka-luka yang terasa sakit mengabur bersama kenangan dalam rentang waktu. Obatnya luka ? jangan tanya lagi, waktu yang paling ampuh.

Luka memberi tahu mu untuk tak melukai
Luka mengajarimu untuk lebih tau apa itu bahagia
Luka memapahmu untuk tak mengenal kata menyerah
Luka mengingatkanmu untuk selalu menjaga
dan luka memberanikan mu untuk kuat

Pesanku untuk yang pernah terluka : berbahagialah karna ini proses tercepat untuk jadi yang lebih baik



Friday, April 18, 2014

aku hanya harus berusaha SEKALI LAGI

aku pernah terjatuh bahkan sering kali terjatuh dan karna kau selalu ada di sampingku, aku selalu bisa bangkit lagi -diwaktu lalu

boleh aku kembali di masa lalu dan berjalan dengan berandai-andai ? rasa-rasanya ini seperti ; aku berbicara pada diri mu di masa lalu dan kemudian jalan beriringan. aku pernah terlempar dalam kenangan yang terasa seperti kenyataan. seperti dalam labirin penuh simpang dan tanpa cahaya namun tiba-tiba kau memeluk ku dari berbagai arah tanpa ampun, tanpa membiarkan ku berpikir, tanpa ku tau kau membawa ku kemana - aku tanpa banyak kata hanya tau kau datang untuk ku dan aku percaya padamu-




Aku pernah kehilangan harapan bahkan sering kali tanpa ampun dan karna kau selalu ada di samping ku, aku selalu bisa temukan jalan lain untuk harapan-harapan baru -diwaktu lalu
Boleh aku kembali di masa lalu dan berjalan dengan berandai-andai ? Rasa-rasanya ini seperti aku berbicara pada diri mu di masa lalu dan kemudian jalan beriringan. Aku pernah terlempar dalam rindu yang tak bekesudahan dan di titik tertinggi saat aku merasa , aku tak sanggup lagi menahan ini seorang diri. Lalu kau memelukku dari berbagai arah tanpa ampun, tanpa membiarkan ku mengucapkan sepatah katapun, tanpa melewatkan waktu sia-sia terbuang, tanpa memikirkan kau merindukanku juga atau tidak -aku memelukmu dengan seluruh cinta kasihku tanpa perduli kau memeluk ku dengan alasan apa-

Aku pernah merasa jadi satu-satu meski aku bukan nomor satu, aku pernah merasa jatuh cinta lagi, lagi dan lagi di setiap matahari menampakkan sinarnya, aku pernah merasa jadi ratu dan kau yang jadi rajanya. Aku pernah pula di sia-sia kan, aku pernah di tinggalkan saat sedang sakit-sakitnya, aku pernah menanggung beban yang mungkin tak sanggup kau bayangkan, aku selalu berkata ya mesti hati ku tidak jika itu kau yang menginginkannya. 
tanpa sadar aku pernah menyakiti, pernah menyia-nyiakan, pernah dengan ego ku merendahkanmu. dengan penuh penyesalan, tolong maafkan aku dengan segala keterbatasanku.

Aku pernah lebih baik dari ini. Aku hanya harus berusaha sekali lagi untuk baik-baik saja jika saat ini tidak -dan pada kenyataannya memang tidak. Aku hanya harus berusaha sekali lagi untuk jadi aku yang dulu, yg lebih kuat sebelum aku punya tangan yang menopangku , sebelum aku punya pundak yang siap menampung tangisku, sebelum aku punya dekapan hangat yang melindungiku dari dingin yang menusuk.
Tempat mu masih kosong, seperti hati ku yang juga kosong

-jadilah wanita yang kuat, yang bisa mencuri bahagia dari sakitnya luka


BERSEDIA UNTUK TINGGAL

Saya ingat, dulu sekali saya pernah memintamu pada Tuhan. Seseorang yang bersedia untuk tinggal dan berada disisi saya setelah tahu banyak ...