Saturday, March 31, 2018

BERSEDIA UNTUK TINGGAL

Saya ingat, dulu sekali saya pernah memintamu pada Tuhan. Seseorang yang bersedia untuk tinggal dan berada disisi saya setelah tahu banyak hal yang tidak saya miliki. Kamu tidak perlu jadi seseorang yang selalu maju paling depan untuk melindungi saya, saya tidak mencari seseorang yang kuat. Saya tahu, kelebihan datang sepaket dengan kekurangan. Saya bersedia menerimanya seperti bagaimana kamu tidak pernah mempermasalahkan apa yang ada pada diri saya. Jika saya boleh meminta, saya ingin waktu dan kesabaranmu, kamu tahu kenapa.

Kamu pasti mengerti, saya dengan segala pemikiran rumit yang menemani hari-hari saya dan kamu jadi hal yang begitu sangat sederhana untuk menjadikan ini sempurna. Saya bersyukur setiap harinya untuk luka yang pernah berdarah begitu lama, bersyukur karena Tuhan tidak pernah membiarkan saya seorang diri saat menangis, bersyukur bahwa orang-orang baik masih begitu banyak dalam hidup saya. Dan kamu, jadi alasan saya semakin bersyukur untuk hari - hari yang sulit atau yang membahagiakan. 

Banyak sekali yang bersedia hadir namun tidak mampu untuk tinggal. Harapan saya pada hari- hari panjang yang akan datang, kamu selalu bersedia tinggal dan menyanyangi saya. Saya akan selalu memintamu lagi, lagi dan lagi pada Tuhan.

Kita tentu mengerti, jika kenangan dan masa lalu bukanlah hal yang mampu kita jadikan saingan untuk mendapatkan hati seseorang. Kamu dan aku tidak bisa melangkah ke depan jika selalu melihat kebelakang. Saya terlalu pintar untuk bertahan pada tempat yang bukan milik saya. Kamu tentu tahu, saya bukan perempuan yang mudah menyerah. Namun menyembunyikan luka bukan bagian dari keahlian yang saya miliki. Saya terlalu sadar untuk tahu kapan harus maju dan kapan saya harus mundur.

Semoga kelak bahagia selalu menemani hidup kita; masing-masing.



Tuesday, June 7, 2016

INSINE (?)

Mungkin kamu merindukan seseorangmu hingga rasanya akan jadi gila. Bahkan saat kamu benar-benar gila karena merindukannya, dia tetap tak ada dalam pelukanmu. -ly
Semua cara yang biasanya berhasil kamu lakukan untuk sekejap saja melupakannya kini tak lagi jadi cara yang tepat. Saat kamu tak sadar dengan apa yang kamu lakukan, kamu tetap merasa sedang merindukannya. Jika kamu bisa habis di kikis rindu, kamu berfikir kamu mungkin tinggal kepingan saja saat ini. Setiap malam, yang hinggap di kepalamu hanya betapa kamu merindukannya. Mencari banyak kesibukan dan tetap menyadari bahwa jauh di sana; hati juga pikiranmu, kamu merindukannya. Hal yang biasanya menyenangkan jadi terasa membosankan. Setelah semuanya, kamu hanya akan terus mengingat kemudian merindukannya dan mengingat lalu merindukannya dan terus seperti itu.


Saat ingin kembali, rasanya terlalu jauh dan untuk pergi menjauh, seperti tak bisa menggerakkan kaki untuk melangkah. Segalanya jadi semakin sulit dan semakin sulit. Kamu mengerti bahwa tanpanya hidup tak lagi dapat di nikmati dan bersamanya terlalu banyak hal yang harus di korbankan. Percayalah aku pernah merasakannya. Aku tak memiliki nasehat untuk mengeluarkanmu dari masalah yang tadinya adalah sumber bahagiamu. Yang aku bisa katakan "saat harimu terasa gila maka kamu harus lebih gila untuk melaluinya", dan ini tak apa-apa; untuk jadi sedikit gila maksudku.

Pergi ke tempat yang kamu rasa, kamu bisa benar-benar sendirian untuk melihat sedalam apa lukamu, dan kamu tahu ini akan semakin dalam setiap harinya. Bersamanya kamu terluka dan tanpanya kamu juga begitu. Memiliki tempat yang nyaman, namun kamu tahu bahwa bukan dia yang kamu butuh untuk membuat segalanya terasa baik. Aku, tahu rasanya. Percayalah. Ini hanya harus di lalui setiap harinya hingga.... Aku tak tahu hingga kapan atau hingga bagaimana. Yang aku tahu, ini harus berkali kali di lalui, kamu tak akan lagi mampu menghitungnya. Hingga Tuhan mengetuk hatimu untuk seseorag yang lain? Hingga kamu sadar bahwa tak akan ada yang mampu membuatmu merasa baik lalu memilih kembali dengan segala resikonya? Hingga kamu lelah menangis dan jadi lebih gila untuk melawatinya? Aku tak tahu. Hingga rindu jadi candu untuk membuatmu merasa hidup?

Ini harus di lewati lagi, lagi dan lagi meski rasanya tak sanggup. Dan di setiap pertanyaan yang jawabannya hanya akan menyakiti dirimu sendiri, cukup senyum pepsoden aja. Like me -








Saturday, May 7, 2016

KETIKA CINTA TAK MAMPU LAGI JADI OBAT

Aku percaya nanti kita akan bertemu dengan yang kepadanya tak pernah ada ragu untuk berbagi; bahagia juga luka. Sebab dia mampu jadi obat, juga bisa jadi teman untuk berteriak kegirangan.. Menyenangkan.

Bersama dengan seseorang yang mencintaimu mungkin tidak akan mendatangkan bahagia selalu. Sosok yang jadi sandaran itu sama sepertimu, manusia. Punya lelahnya sendiri, punya lukanya sendiri. Jika bersamanya sulit terasa lebih ringan untuk di hadapi maka itu sudah cukup untuk tak lagi beranjak pergi.

Bersama yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan tidak masalah dengan itu; bersama dengan yang mau membantumu mengangkat beban yang sedang kamu pikul; bersama yang siap mengenalkanmu pada dunia dan bangga karenanya; bersama yang mampu menghargaimu seperti kamu menghargai dirimu sendiri - sulit sekali di dapatkan. Saat yang kamu peluk adalah orang yang seperti ini, memikirkan melepasnya saja kamu sudah jadi orang yang rugi.

Jika kamu merasa yakin bahwa seseorangmu pantas untuk di beri hatimu maka semua yang dikatakan orang lain tak lagi penting. Di yakinkan dan meyakinkan bukan perkara yang mudah namun yang cinta akan kalah dengan usaha. Hati manusia mampu berubah secepat arah angin dan mampu untuk tetap teguh sekeras karang di laut.

Memperjuangkan yang tanpanya kamu tak bisa hidup, hal yang harus di usahakan.



Thursday, March 19, 2015

kamu bagian dariku sekarang

Bagian terdekat dari sebuah jatuh cinta adalah patahnya. Ada  orang-orang yang hebat dalam memperbaiki apa-apa yang patah namun tidak sedikit yang hebat dalam mematahkan apa-apa yang utuh. Memberi orang lain hatimu bukan jaminan bahwa dia mampu menjaganya seperti miliknya sendiri namun tak pernah ada “jera” untuk melakukannya lagi, sebab cinta adalah berani memberi rasa percaya.

Ditunggu sebegitunya, dicintai seutuhnya dan diperjuang sekuatnya membuat kita lupa bahwa dia tidaklah selalu mampu berdiri memperjuangkan “seseorangnya” yang hanya menikmati, menontonnya saja. Cinta tak pernah sebercanda ini –untukku.

Kita mengisi apa yang kosong dan membuat tumpah apa yang penuh. Kita mendudukkan apa yang berdiri dan mendekatkan apa yang jauh. Kita menikmati angin yang menerpa, terkadang luka dan di terkadang yang lain bahagia. Cintamu itu seperti ini, percaya tidak?

Maaf untuk marahku, ocehanku juga kebutuhanku akan kamu. Aku merepotkan ya? Aku sedang belajar dewasa untuk kita, mohon bantuannya ya. Sabarmu harus tak berbatas sayang, karna kita sedang mengusahakan semua mungkin yang kita genggam.

Menemukan orang yang sepikiran itu sulit, yang harus kita lewati hanya jarak dan sepertinya itu hanya angka-angka kosong. Belajar percaya padaku seperti aku yang belajar percaya pada tulusnya kamu. Rasanya, jatuh cinta itu sulit –dulu. Nyatanya semudah embun yang menetes, namun tak pernah menyalahkan pagi atasnya.


Terimakasih untuk hadir dan bersedia mengisi. Tolong jangan datang dan pergi sesukanya. Maaf karna aku tak sesempurna gambaranmu. -L

Wednesday, November 5, 2014

karna jatuh cinta tak pernah berdarah

Kamu yang membuatku melihat bahwa hidup jauh lebih indah dari apa yang ku bayangkan. Kamu yang membuatku merasakan bahwa aku tidaklah dirugikan. Kamu yang membuatku melihat bahwa aku mampu menjadi lebih baik untuk orang yang lebih baik pula. 

Aku tidak palsu maka aku berhak untuk mendapatkan yang serupa. Aku memberi karna cinta tidak hanya selalu menerima, seperti yang kamu katakan cinta tidak hanya sekedar kalimat "aku mencintaimu". Sering kali aku bertanya,  "apa ini sungguh-sungguh ?"; dan kamu hanya berkata bahwa aku hanya harus menutup mataku dan rasakan bagaimana hatiku begitu menginginkannya.

Karna jatuh cinta tak pernah berdarah sayang, karna jatuh cinta bukanlah luka, karna jatuh cinta adalah hal yang istimewa. Seperti aku, ucap mu.




Kamu bilang, aku memiliki hak untuk berkata "tidak" padamu oleh karena itu aku berkata "ya". Kita tidak saling membatasi, hanya percaya jika kita ingin punya masa depan dalam rumah yang sama maka kita harus saling menjaga diri kita.

Kamu bilang, aku bebas pergi kemanapun yang aku mau karna ini hidupku. Kita tak saling bergantung karna kamu belum cukup pantas untuk jadi pegangan masa depanku maka kita mulai memantaskan diri untuk kita dimasa depan.

Kamu bilang, aku tidak harus seperti yang dia katakan karna itu bukan aku; bukan aku yang menyenangkan. Aku hanya harus duduk bersamamu dan menceritakan segalanya tanpa menyembunyikan apapun terlebih hal-hal yang melukaiku karna kamu adalah obatku. Aku tidak perlu merefleksikan diriku padamu, kita berbeda maka kita bersama.

Karna cinta tak membuatku harus melewati aturan-aturan yang dibuat olehmu, tak perlu ada pembuktian karna tak akan ada waktu yang cukup untuk membuktikannya sebab cintamu tidaklah sedangkal lautan yang terlihat biru pekat, ucapmu.

Wednesday, October 15, 2014

membuat pilihan tanpa memilikinya

Jika saya memberi orang lain kesempatan untuk menemani saya melewati hari, maka dia mengisi bagian lain dihati saya. Jika saya membiarkan orang lain mengenggam erat tangan saya, maka dia mengenggam bagian dari apa yang belum pernah kamu genggam.

Tak pernah ada orang yang benar-benar sama, jika saya beruntung saya akan menemukan yang seperti namun jika ternyata berbeda atau sangat berbeda maka saya harus merasa beruntung karna yang terbaik adalah yang tak pernah terbayangkan.

Saya tidak memiliki pilihan lain selain mengikhlaskan sebab memaksakan apa yang saya inginkan pada orang lain bukanlah hal yang baik. Saya tidak ingin jadi orang yang jahat karna mengorbankan kebahagiaan orang lain untuk kebahagiaan saya.

Saya hanya ingin mengatakan bahwa tidak pernah ada yang bisa menggantikan tempatmu. Tempatmu adalah kepunyaanmu selamanya.

Wednesday, October 8, 2014

saya dan rindu tanpa kamu

Saya terlalu merindukanmu hingga tak mampu berkata dan kata rindupun terlalu seserhana untuk apa yang saya rasakan. Rasanya begitu buruk saat saya tidak melihatmu. Saat saya melihatmu dan hanya sampai disana rasanya lebih buruk lagi. Saya bertanya tanya apa yang sedang maha segalanya inginkan dari saya, akhir cerita seperti apa yang sedang saya mainkan. Dilain waktu saya hanya berpikir "jalani saja dan saya akan tahu bagaimana akhirnya" dan setelahnya saya kembali mempertanyakan sikap saya.

Saya menghabiskan banyak waktu untuk memberi ruang pada diri saya sendiri tanpa membuat batas, terkadang saya ikut didalamnya dan dikesempatan yang lain saya hanya jadi pendengar yang baik. Saya merasa perlu untuk memahami diri saya sendiri, tahu apa yang saya inginkan dan apa yang saya rasakan. 

Menangis memang tidak pernah menyelesaikan apa yang belum tuntas namun menangis membuat saya terlihat lebih manusiawi, memberi tanggapan atas apa yang saya rasakan dan terkadang itu membuat saya lebih dapat menerima kesulitan yang saya genggam.

Saya benci diri saya setiap kali saya tidak mampu mempertahankan apa yang saya miliki. Menemukan, mempelajari lalu memahami adalah proses yang harus saya lalui, tidak sebentar dan tidak semudah berkata "bahagia"; dan saya harus melaluinya lagi -melelahkan.

BERSEDIA UNTUK TINGGAL

Saya ingat, dulu sekali saya pernah memintamu pada Tuhan. Seseorang yang bersedia untuk tinggal dan berada disisi saya setelah tahu banyak ...