Thursday, January 23, 2014

menunggu mu dengan penuh harapan

Terkadang manusia lupa untuk melihat  sisi lain dari dirinya. Seseorang yang selalu menunggunya untuk berbalik, selalu dan selalu menunggunya namun tak pernah terlihat di matanya. Terkadang kau memandang ku  namun untuk meraih ku dalam hak kepemilikan mu. Terlalu sibuk mengejar seseorang yang jauh entah dimana, menerka- nerka jalan pikiran dan perasaan orang lain.

Tak sadarkah segala yang ku tulis, yang ku ungkapkan, yang ku rasakan hanya tentang kau dan dunia mu ? bisakah berpaling padaku yang di sini menunggu mu dengan penuh harapan, seperti menginginkah dunia dalam genggamanku.


Saat raga hanya jadi sampul, hanya hiasan mata yang siap hilang kapan saja di makan waktu. Lihat mata ku dan akan kau lihat dunia yang membentang di sana , ku ciptakan untuk kita. Kau dan aku suatu saat nanti. Terima sambutan tangan ku dan tak akan ku lepaskan genggaman tangan mu……….



untuk yang sedang menanti -tanpa batas

Tuesday, January 21, 2014

KENANGAN

Bolehkah ku bingkai kenangan ini ? dalam sepaket kotak berisi segala kenangan tawa bahagia dan kesedihan ? kesalahan- kesalahan masa lalu saat belajar melangkah dan terkadang meninggalkan bekas luka saat terjatuh.



Bolehkah ku simpan sedikit gambaran tentang rasa dan cinta dalam sebuah hati yang terlihat rapuh namun sekeras marmer? angin membawa kalimat rindu tak berujung yang menggelitik bulu kuduk membuat semua memori pecah dalam bayangan.

Bolehkah ku ambil sedikit harapan dari kebebasan atas penjara tanpa jeruji yang tak terlihat mata namun mengekang ? menyulitkan mu bernafas sekaligus sebagai  obat untuk membuatmu mendapatkan oksigen ?  tidakkah membingungkan saat tangisan dan tawa pecah dalam satu rasa ?

Takkan pernah ada cinta dengan kadar yang sama untuk waktu yang berbeda meski dengan sosok yang serupa. Terlalu naïf jika cinta mengubah dunia dan mewarnainya. Terlalu naïf jika kau percaya. Terlalu naïf jika kau mengelak atasnya.

Tak T E R L I H A T

Aku punya takdir yang harus ku jalani seperti malam yang merangkak naik saat matahari menyingsih. Aku punya aliran air yang kapan saja bisa meluncur tanpa permisi saat bagian dari diriku tersakiti. Terkadang memiliki tempat bersandar membuat mu lupa bagaimana caranya duduk dengan benar. Selalu ada yang menggenggam saat tangan tak mampu menopang, selalu ada punggung yang siap kapan saja saat tungkai kaki meronta- ronta dan ada hati yang selalu memeluk saat kesepian jadi teman.

Tak ada cinta yang datang untuk menyakiti, hanya saja semakin banyak harapan – harapan yang terselip di antara kebersamaan semakin banyak luka yang akan muncul. Pertemuan hanya jalan lain menuju perpisahan.


Kita terus melangkah namun “dia “ yang ku sebut memori tetap tinggal di sana, tak terusik. Semua yang tak terlihat bukan berarti tak ada kan ? semua yang tak ku dengar bukan berarti tak ada kan ? dia tetap d sana menunggu waktu meninggalkannya

Sebuah Jalan Buntu

Ku ceritakan tentang sebuah penantian untuk kejujuran. Dia yang tak pernah lelah untuk menunggu dalam lautan kesabaran yang terus menelannya. Menunggu sangat lah membosankan, kesabaran bukan lah sebuah hal yang dapat di ukur.

Cinta tanpa takaran, rindu tanpa pemberhentian dan sakit tanpa obat jadi teman penantian. Tawa adalah saksi dari air mata yang lelah menetes. Dan perbincangan sebuah jembatan. Begitu banyak jalan bercabang, bersimpangan, membingungkan.

Memperjuangkan seseorang yang untuk mu “segalanya” tidak mudah bukan ? segalanya bisa ku tanggung namun tak untuk kebohongan tanpa ujung. Aku mengingat sosok seperti apa yang berbicara pada ku tentang sebuah kebohongan yang apapun bentuknya tak akan ada kata “demi kebaikan” terlebih mengatas namakan cinta. Sebuah kesalahan besar.

Tak harus membayar segalanya dengan cinta , cukup ikut merasakan  perumpamaan “jika jadi aku apa rasanya”. Terkadang sebuah senyuman mengartikan banyak hal. Aku mengungkapkan harapan lewat senyuman, pernah kah berfikir ?


Kemarahan yang tak pernah keluar, teriakan yang tersimpan. Menyesakkan dada, seperti bom yang di telan dan siap meledak. Tak berartikah waktu ? gambaran apa yang terpantul dalam matamu dengan kenyataan dunia yang berbeda ? kita tidak tinggal dalam dunia yang sama ? dunia seperti apa yang kau tinggali ? begitu indahkah hingga mengaburkan pandangan ? membekukan perasaan ?

Tak pernah terpikir untuk mempertanyakan pertanyaan yang sama . Yang ku harap cukup kalimat maaf, alasan logis dan sebuah pernyataan yang menjanjikan.

Sunday, January 19, 2014

Melepaskan tak selalu buruk

Yang ku tumpuk bukan sakitku, namun luka yang mampu ku tahan. yang ku tumpuk air mata bukan untuk kesedihan sepanjang sisanya , yang akan ku tukar dengan sebuah "bahagia" pada akhirnya.

yang ku obati bukan luka ku melainkan cintaku. Jika saja luka tidak selalu berarti menyakitkan mungkin tidak sulit untuk melupakan. aku meletakkannya di tepian tanpa tersentuh. tidak mengabaikan hanya saja rasanya butuh istirahat seperti telah berjalan panjang dan ku dapati jalan buntu. pilihan ku hanya berputar dan melewati kesulitan yang sama dua kali.tidak jadi masalah jika saja aku tahu waktu yang ku miliki.
aku harus ingat. aku tidak pernah sendiri. dan terimakasih untuk cinta yang sangat penuh ini, aku meneguknya setiap menit. untuk waktu yang berharga , penuh cinta namun sesingkat aku berkata "selesai".

apa aku harus membayar untuk semua yang kau berikan. S U D A H K U B A Y A R. ku sodorkan bangunan- bagunan tak beratap yang kehilangan pintu namun tak memiliki jendela yang kau berikan. tidak kah pernah berfikir, begitu menyesakkan tinggal di dalamnya ? dan aku mengembalikannya.
baca lah setiap goresan di sana yang kau mulai namun tak pernah bisa kau terima. aku selalu menyelesaikannya dan pada akhirnya kenyataan yang tak ammpu kau terima dan menghindar dengan cara mu. begitulah "cinta" punya 1000 jalan untuk menyelesaikannya.

terimakasih tanpa batas, seperti angin yang berhembus tanpa lelah. hujan yang datang tanpa pernah peduli dan matahari yang selalu bersinar meski tak terlihat oleh mata

A W A L

Maaf jadi kata yang terlambat untuk ku terima, haruskah menolaknya ? ku selipkan doa untuk semua kebohongannya. Saat diam jadi sesuatu yang ku lakukan untuk menjaga keindahan , namun aku hancur di dalamnya. Bisakah aku memesan cinta yang baru dengan kadar terluka yang rendah. Haruskah aku diam dan tak melihat saat aku di depan kenyataan bukan bayangan.

Saat aku menumpuknya , tadinya hanya beberapa. Ketika aku melihat , ternyata sudah penuh. Aku sudah menimbun terlalu banyak dan di puncak undukan terasa beban berat akan menimpa. Jika aku tidak membuangnya maka ini jadi sesuatu yang lebih menghancurkanku. Salahkan alasan logika yang ku minta. Inilah caranya, cara-Nya berbicara padaku tentang menunggu, cinta  dan air mata.

Apa masih pantas ?  jika saja air mata kran air berkatub. Aku bisa menutupnya untuk sementara. Bukan kah air mata juga berarti bahagia ? aku harus membayar waktu ku dengan air mata. Ku rasa bukan hal yang buruk. Ini hanya sebuah awal baru bukan akhir, aku melangkah menuju hal yang berada di depanku tanpa melihat kebelakang namun tidak melupakan yang terjadi. Bukan kah semakin kau berusaha melupakannya dia semakin hidup dalam bayangan mu ?

Aku bukan bayangan . aku kenyataan yang dengan pasti menjejejakkan kaki pada jalan berliku bersama mu orang yang menggandeng ku dan sesekali jika aku lelah kau menggendongku. Tidakkah kenangan menyesakkan. Aku terus memaksanya masuk tanpa peduli apa yang ada di dalamnya,  kenapa semua terasa penuh dan sekarang rasanya di sana akan meledak. Bukan untuk rasa sakit terlebih untuk apa yang tertimbun.

Apa akau menanam bom pada diriku sendiri, kurasa iya. Orang bodoh apalagi ini yang berdialog dengan cinta dan air mata, rasa sakit jadi obat dan senyuman hanya hiasan. Bukankah kuat bukan berarti kau tidak pernah menangis ? kuat tidak berarti apapun yang terjadi aku tidak terluka dan semua baik-baik saja. Kuat tidak berarti aku memaafkan tanpa luka yang membekas. Tapi aku mencobanya. Kenapa menolak hal baik ?

Tak mungkin ku sesali, ini caraNya mengatakan padaku begitulah dirimu.

C I N TA I T U K E B E R S A M A A N

Dia terus berlari mengejarku, yang ku sebut rindu tak pernah menyerah. Sosok nya yang menawan membuat ku lupa apa rasanya bebas tanpa cinta. Ya, dia wanita yang bertahun- tahun menemaniku dan selalu jadi penghiburan dan tempat asal semua kekesalan ku.

“aku akan pulang sebentar lagi” begitu katanya di telp namun aku tahu sebentar lagi yang di maksudnya tanpa batas. Terkadang ingin rasanya mengakhiri ini smua. Suara nya terdengar di telingaku begitu keras, itu dia. Ya di sini lah aku, bandara. Menunggunya pulang mengarungi hari – harinya bersama laki-laki pilihannya.

Aku mencintai wanita yang juga kekasih orang lain dan aku tetap ingin menyimpan ini. Sampai kapan ? sampai aku punya sedikit saja keberanian untuk melawan rasa takut akan kehilangan kalau saja kukatakan apa yang ku rasakan padanya. Terlalu indah senyuman di bibirnya, bercerita apa yang mereka lakukan. Dan aku hanya mendengarkan……….


S E M U

Tidak semua yang terlihat indah saat kau melihatnya dari dekat benar-benar indah. Sajak- sajak tak bernama tak selalu hanya hiasan. Yang kau kira permata dan ternyata hanya pecahan kaca dan suatu saat bisa melukaimu.

tidak semua yang terlihat tidak menarik itu buruk. lihat lebih dalam mungkin akan ada kejutan kenyataan yang menawan.


Tak semua yang kau baca adalah aku, tak semua yang kau dengar adalah suara ku. Saat kenyataan dan maya berada di antaranya, maka kau tersesat di dalamnya. Benar atau salah ? bukan begitu, apa yang kau tempuh terkadang bukan tujuan yang kau mau. Meneruskan jalan yang salah atau berputar ? jika bisa, aku ingin memulainya dalam keasingan dan tak memiliki secuil “kesenangan” yang kau sebut cinta.


Nada nada yang hilang, dasar suara yang berbeda, bisa kah jadi gambaran ? aku menulisnya dalam rangkaian kata- kata untuk ku sendiri. Ini menyenangkan dan aku mendapatkan apa yang seharusnya ku buang.

Aku tahu ini lukisan tanpa alamat pengirim, apa aku harus tau siapa yang mengirim untuk menikmati keindahannya ?  

BERSEDIA UNTUK TINGGAL

Saya ingat, dulu sekali saya pernah memintamu pada Tuhan. Seseorang yang bersedia untuk tinggal dan berada disisi saya setelah tahu banyak ...