Sunday, June 22, 2014

apapun namanya maksud ku selalu "kamu"

Ada yang bilang saat sebuah hubungan yang dekat menjadi renggang dan air mata ikut hadir di sana maka yang di tangisi adalah kenangannya. Sering aku berfikir jika dia tidak pergi, aku bisa membuat kenangan yang jauh lebih indah dan jauh lebih banyak. Kemudian aku kembali berfikir, yang ku rindukan kenangan di mana kamu menemani ku membuat sejuta bahagia dan luka atau aku merindukan kamu yang meski hanya diam mampu membuat ku mengingat segala hal yang terjadi baik -meski itu buruk ?

Semua tempat yang ku suka pernah ku kunjungi bersama mu, jika ada tempat yang tak kita kunjungi pastilah karna kita memang tak suka. 
Maka kemana pun aku melangkah di sana aku melihat mu.

Aku sibuk memikirkan alasan untuk membuat ku tidak menyukai mu, aku tau segala hal buruk tentang mu namun entah bagaimana mata ku melihatnya "biasa" hingga aku menemukan hal yang ku anggap "buruk" pun aku tetap tak mampu membuat mu tidak baik di hati ku. Terserah pada mu ingin menyebut ini apa. Sebanyak apapun luka yang kamu beri pada ku, aku punya obat yang lebih banyak lagi untuk membuat luka-luka ini sembuh. Ingin tau tidak aku menyebutnya apa ? Hmm aku menamainya kenangan baik.

Tak jarang aku lelah melihat tingkah mu yang sering mengabaikan ku, dan ajaibnya saat kamu datang dengan bentangan tangan mu aku tak pernah mampu menolaknya dan melupakan segala pengabaian mu pada ku. Aku terlalu merindukan mu untuk marah. Aku terlalu mencintai mu untuk marah. Aku terlalu membutuhkan mu untuk merasa marah.

Tahu kah kau bagaimana aku bertahan ? tak apa jika kau tak tahu. Aku bahagia memperjuangkan mu. Jangan pergi dari sisiku ya -aku tak ingin kau tau sebanyak apa yang ku korbankan untuk mu.

Saturday, June 21, 2014

mengenang

Aku hanya ingin bertahan untuk melihat mu jadi yang terbaik dari segala hal baik yang ku miliki.
Aku hanya tak mampu melepaskan hati mu entah itu saat ini atau nanti.
Aku berjuang untuk tidak membuat hati kita terluka dan aku hanya manusia.

Aku terlalu ingin menjadikan mu orang yang berada di sisi ku, yang ku cintai entah dengan marah ku, bahagia ku, kecewa ku atau bahkan dengan lelah ku.
Aku hanya tak mampu melihat mu terluka hingga ku rasa aku mampu memutar dunia lebih cepat agar malam terasa singkat dan gapaian tangan ku saat pagi berada di balik punggung mu.


Kita hanya tidak mampu bertahan untuk tidak merasa terluka lagi, kecewa lagi meski ada bahagia lagi.

Ku rindukan saat saat kita tertawa karna terlalu merasa bahagia untuk hanya tersenyum.
Ku rindukan saat kita pulang dalam guyuran hujan namun dengan hati yang terasa sangat hangat.
Ku rindukan saat suara mu mengisi setiap hari ku.
Ku rindukan saat dimana wajah mu muncul di balik kaca jendela untuk mencari ku.

Masih ingat tidak saat tak ada hari tanpa tidak bertemu ?
Masih ingat tidak saat aku tidak bisa berhenti bicara karna terlalu mencemaskan mu dan kamu hanya tersenyum lalu membelai pipi ku ?
Masih ingat tidak betapa tidak mampunya aku tanpa mu hingga setiap lelah ku, ku sandarkan pada pundak mu ?

Aku masih ingat saat dimana kamu memperjuangkan ku hingga ku kira kamu gila dan aku ingin sekali memeluk mu saat ini.
Aku masih ingat saat aku sibuk memasak untuk mu dan kamu datang diam-diam lalu memeluk ku.
Aku masih ingat saat setiap kejutan yang ku beri hanya jadi bahan tertawaan mu dan aku pura-pura ngambek karna selalu di tertawakan oleh mu.

Waktu cepat berlalu dan terlalu banyak yang dapat terjadi dalam sehari, aku takut pada akhirnya ini sama seperti pintu yang sering kali aku lupakan - aku sudah menguncinya atau belum. Jadi aku menulisnya, menulisnya lalu menulisnya.

Terlalu banyak kehilangan karna sebuah perpisahan.

Wednesday, June 4, 2014

Jika aku menahan mu pergi, hiraukan aku ya

Yang kamu temukan adalah aku, makhluk ciptaan tuhan yang lemah namun anehnya sanggup menopang mu saat kamu dalam kritis baik semangat ataupun dalam niat. Aku yang katanya makhluk ciptaan tuhan yang sepatutnya di lindungi justru jadi sumber kekuatan mu, jadi tempat mu bersandar saat kepenatan dunia memenuhi rongga dada. Tempat berkeluh kesah, tempat mu berbagi bahagia juga beban setiap harinya.

Yang kamu temukan adalah aku, makhluk ciptaan tuhan yang penuh dengan emosi hingga mampu memberimu limpahan perhatian dan cinta ikut mengalir di dalamnya. Mampu memberimu perasaan yang tak terbayangkan.

Yang kamu temukan adalah aku, makhluk yang paling sempurna namun tak pernah benar-benar sempurna bagimu.

Jika kau mengenal ku dengan memberi hati mu, mau kah kau pergi dengan mengembalikan hati ku yang tak ku sengaja terjatuh di hati mu ?

Jika kau menyerah menjadi panutan ku, petunjuk ku juga jadi teman ku dalam melewati setiap episode kehidupan ku, mau kah kau pertimbangkan kembali banyak hal yang sudah ku bagi meski resikonya aku kehilangannya juga semua waktu yang kau lewati bersama ku hingga jadi kita yang lalu dan kita yang sekarang ? Masih akan ada kita yang nanti tidak ?




Jika aku menahan mu pergi kau tetap meninggalkan ku tidak ? 
Jika aku menahan mu pergi, hiraukan aku ya. Jika aku menahan mu entah dengan menatap mata mu atau tidak, entah menggamit jari jari mu atau tidak. Yang ku tahu pasti, aku bersungguh - sungguh saat itu.


Jika kamu menyerah lalu aku harus bagaimana ? Menahanmu tidak seperti menyimpan buku buku yang ku cintai, yang tak ingin pun mereka berada di sini bersama ku mereka tak akan mampu melangkah. Tidak seperti kamu yang mampu berlari lalu sembunyi di belakang punggung ku.

BERSEDIA UNTUK TINGGAL

Saya ingat, dulu sekali saya pernah memintamu pada Tuhan. Seseorang yang bersedia untuk tinggal dan berada disisi saya setelah tahu banyak ...