Wednesday, July 24, 2013

Jalan-Nya

Salah ku jika Tuhan ingin kami bersama ? salah ku jika aku punya jalan pintas ? cerita ku, dia dan kita ada karna Tuhan menginginkannya. Apa aku bisa memilih ingin bertemu siapa hari ini ? Apa aku bisa memilih tidak ingin bertemu siapa hari ini ?

Aku melewatinya. membiarkan segalanya mengalir . Salah ku jika kalian hanya bertemu dalam sebuah kesempatan tanpa ada yang -ke dua ?


Salah ku jika ada yang menggenggam tangan ku dan bercerita isi hatinya dengan terus tersenyum atau terus menangis ? aku bukan pencipta, aku tak memiliki kuasa untuk membuat bibit - bibit yang sudah ada tumbuh menjadi bunga-bunga. Aku hanya jadi aku dan segalanya terjadi begitu saja.

Cerita kita karya Tuhan. Apa aku pernah memaksa untuk melalui segalanya hanya dengan ku ? Apa aku pernah merampas mu dari tangan orang lain ? kau yang memilihnya dan aku hanya menyambut uluran tangan mu, mengenggamnya dan kita tak pernah saling melepaskan.

Hati yang tak tersentuh, rasa kecewa yang tak terobati. obat dari rasa sakit adalah sakit itu sendiri. Aku hanya menjalani sesuatu karna aku yang memilihnya atau ada orang lain yang akan memilihkannya. keduanya sama, sama- sama harus ku jalani.





Tuesday, July 23, 2013

masa lalu tidak untuk di lupakan

pagi itu web sosial menggugah untuk mencari cari orang di masa lalu. again, masalalu jadi bayang- bayang. gak salah sih, gak perlu di lupain tapi gak mesti di ingat - ingat terus kan. awal cerita yang di mulai dengan keegoisan berujung perpisahan dan itu yang terjadi. Batapa rapuhnya sebuah kata "harapan" saat bermimpi pun tak mampu. aku mengenalnya lebih dulu memang, tapi ini lah yang ku sebut takdir. aku bersamanya namun tanpa ku tahu dia punya masa lalu yang selalu jadi bayangan bagian dari dirinya entah sampai kapan. aku mengenal orang- orang terdekatnya dan mulai mengerti lingkungan pergaulannya. semampu ku beradaptasi. adik-adikannya, kakak-kakaknya, keluarganya. pelan - pelan ku raba bayangan itu dan pada akhirnya aku tahu ada luka di sana.


Di akhir perjalanan ku dengannya, aku menyadari 2 hal. yang pertama, mereka lebih dari statusnya. tidak ada yang bisa membatasi pikiran selain sang empunya. dan yang kedua, aku hanya jalan lain untuk mendapatkan sesuatu yang lain. banyak cerita yang ku dengar. entah apa yang di pikirkan mereka tapi selalu ada cerita yang ku dapat. tak adil rasanya mencampuri urusan org lain yang tidak mencampuri urusanku (yang ku tahu belakangan, pada akhirnya dia hidup dengan bayang- bayangku). sedikit banyak aku tahu wanita- wanita yang menjalin hubungan dengannya.

adiknya jadi orang specialnya (dan aku bertanya - tanya, sejak kapan perasaan itu?) dan yang tak terduga pacarnya selalu curiga padaku. ya kami memang masih menjalin hubungan karena ibu ku merasa sah- sah saja jika kami jadi teman karna pernah mengenal satu sama lain namun ternyata wanitanya tidak berpikir demikian.setiap mereka ribut selalu aku yang dapat kata-kata makian. agak mengherankan memang, aku yang hanya berfikir akan bisa berteman dengan kekasihnya namun beginilah kenyataannya. sampai pada saat (kejadian yang tidak akan terlupakan) dia menjalin komunikasi dengan ku melalui sms malam itu tiba- tiba saja kekasihnya yang membalasnya (aku tahu dari bagaimana isi sms itu), mereka ribut dan kekasihnya bilang setiap dia bertanya tentang ku, dia tidak pernah menjawab.karna memang tidak ada apa-apa di antara kami, ku katakan yang sejujurnya namun dia tetap tidak percaya. aku pernah belajar untuk tidak menyiram minyak di dalam kobaran api. setiap ada yang "terbakar"aku berusaha menyiramnya dengan air. melelahkan memang namun hasilnya; kekasihnya mulai beritikat baik padaku entah ingin mengorek informasi atau apa, aku tidak begitu perduli. dan terjadilah, mereka menyelesaikan hubungan mereka dan dia menjalin hubungan dengan adik-adikannya. untuk ku sah- sah saja. namun ironis saat mantan kekasihnya curhat padaku menjelek-jelekkan wanita yang jadi kekasih pacarnya dulu padaku. dan saat mereka pacaran dulu, adik-adikannya menjelek-jelekkan kekasih abangnya.
dan yang aku tahu belakangan, di belakang ku mereka menjelek-jelekkan aku. tidak masalah untuk ku toh aku bukan siapa- siapa nya dan mereka bukan apa-apa. setelah saat itu aku berusaha menjaga jarak dengannya dan mulai mencoba dengan yang lain. 2 tahun aku lewatkan dengan sahabat- sahabat ku yang menarik dan aku sangat bersyukur tuhan memberikan mereka dalam hidupku. aku tidak berhasil melalui nya dengan orang baru itu. hanya bertahan 3 bulan dan semuanya bubar, anehnya semua tanpa bekas di hatiku. aku meminta maaf karna telah menyia-nyiakan orang lain tapi maksud dan tujuan awal ku bukan itu.



aku menutup semua kesempatan dan selama ini kami tetap berhubungan. tanpa ku tahu sore itu dia datang ke rumah ku. ibu ku yang berada di rumah menyambutnya dengan kalimat menanyakan kekasihnya apa tidak marah jika dia kemari. aku senyum-senyum saja mendengar itu. ibu ku tahu banyak hal tentang hubungan kami. kami menjalin komunikasi yang semakin dekat. namun tak lama aku tahu dia menjalin hubungan dengan orang lain dan dia mendekati ku. karna aku sudah mengetahui bagaimana dia maka tak ku tanggapi. jika memang sudah punya kekasih ya tak ada yang berubah. smua akan tetap sama. kami hanya berteman. saat ku tanyakan hal itu dia tidak mengaku, namun teman- teman ku tahu. dan adik-adikannya sekaligus mantan kekasihnya memberi tahuku siapa kekasihnya itu. aku hanya menanggapi sekenannya karna aku tidak mengenalnya dan tidak ingin tahu. adik-adinya bilang, akan lebih bahagia jika aku kembali menjadi kekasih abangnya.

Entah itu hanya di bibir atau benar-benar dari hatinya.(banyak kesempatan yang memperlihatkan betapa tidak sukanya dia). akhirnya atas pertimbangan ku dan juga persetujuan ibuku, aku menerimanya lagi.selama ini berjalan aku tahu mereka membicarakan ku, tidak suka padaku. betapa mudahnya seseorang dalam hidup mu menjungkir balikkan segalanya. aku sempat menyalahkan diriku atas apa yang terjadi pada mereka, bagaimanapun aku sama seperti mereka, wanita .sempat terpikir untuk mangakhiri dan meninggalkannya untuk membuat segalanya baik-baik saja. mantan kakasihnya tak ada satupun yang menyukai ku padahal dulu mereka banyak curhat padaku. banyak yang ku lalui, kehilangan banyak orang di sekitarku. aku dan mereka seperti 2 kutub magnet yang sama. entah apa yang salah. tapi dalam hidup aku belajar, "tidak semua orang bisa menerima kesalahan dan kekalahan mereka". yang aku tahu seseorang yang ku sebut "teman" bukan lah orang seperti itu.


 ini bagian dari cerita singkat masa lalu untuk jadi guru,  merangkai jalan masa depan yang lebih baik lagi (:

BERSEDIA UNTUK TINGGAL

Saya ingat, dulu sekali saya pernah memintamu pada Tuhan. Seseorang yang bersedia untuk tinggal dan berada disisi saya setelah tahu banyak ...