Tuesday, May 27, 2014

tidak bisakah kita saling mengingatkan meski dalam kita yang terluka ?

Perbedaan adalah cara tuhan memperlihatkan betapa indahnya kebersamaan. Perbedaan adalah cara termudah untuk jalan beriringan, saling membahagiakan dan saling menyempurnakan -bagiku. Lain halnya bagimu, perbedaan adalah jalan berpisahan, yang meski kita punya pilihan lain kita seolah tak melihat kesempatan bahagia di dalamnya.

tidak bisakah kita saling mengingatkan meski saat salah satu dari kita terluka karna salah satu dari kita yg lain ? 

Kita memang terlahir dengan jodoh kita masing-masing. Entah itu akhirnya tetap jadi kita atau tidak, tapi berupaya memutuskan siapa yang bersanding dan menghabiskan sisa waktu yang kita miliki untuk selalu bersama baik dalam bahagia maupun airmata tidak buruk bukan ?

Sungguh hati yang tak mampu di bohongi tak mungkin salah menentukan tempat berlabuhnya. Seperti aku yang juga tak mungkin salah memilihmu. Bukan cinta yang buta, namun kita lah makhluk yang sempurna di antara makhluk lainnya memilih untuk mengatas namakan segala nafsu atas cinta. Tak lagi suci, tak lagi murni, tak lagi penuh arti. Menghalalkan yang haram karna jadi kebiasaan dan kebutuhan.

Tidak bisakah kita saling mengingtkan meski dalam luka dengan tutur bahasa yang menjadi obat ? Tidak bisakah kita saling menerima karna beginilah kita, dan kita yang semakin tumbuh jadi lebih baik lagi ? Tidak bisakah jadi saksi bagaimana kita saling bertengkar lalu tertawa bersama ? Tidak bisakah jadi satu-satunya yang tinggal saat semua orang pergi ? Tidak bisakah jadi sandaran saat dunia terasa tanpa tembok ?

Tidak bisakah ?


- ku tanyakan pada sosok yang terpantul dalam cermin

Sunday, May 25, 2014

Jika tak mampu MELEPASKAN maka terbiasalah untuk merasa DILEPASKAN

" Aku sudah melupakan mu ". Sebenar-benarnya melupakan adalah yang tidak di katakan namun di buktikan dengan tindakan, sering kali tindakan yang di perlihatkan hanya "sebuah kepalsuan" layaknya topeng yang terlihat selalu tertawa meski si pemakainya sedang berlinang airmata.

Ketahuilah banyak alasan seseorang untuk terlihat baik-baik saja entah untuk meyakinkan dirinya sendiri atau untuk tidak menambah lukanya sendiri. Tidak menangis bukan berarti bahagia dan tertawa tidak berarti tidak sedang berduka. Banyak airmata yang menjadi wakil dari rasa bahagia dan banyaknya tawa yang berarti ketidak sanggupan menanggung beban yang lebih berat lagi.

Banyak alasan seseorang terlihat tegar, bukan untuk memberi pertunjukkan adu kuat namun menyimpan harapan besok akan lebih baik dan segalanya akan kembali baik-baik saja seperti saat angin belum menerbangkan helaian rambutku detik ini. 

Melepaskan seseorang tidak seperti melepaskan ikatan tali, yang jika terlalu erat maka si gunting siap membantu. Tidak pula seperti mengenggam pasir yang jika terlalu erat maka pasir-pasir itu akan melepaskan diri mereka sendiri.

Sesuatu yang dibiasakan maka akan jadi hal yang biasa karna telah terbiasa, akan jadi pilihan utama mesti cinta jadi pilihan lainnya. Tak ada yang tak mampu di lakukan waktu selain kembali pada masa lalu. Jika tak mampu melepaskan maka terbiasalah untuk merasa dilepaskan. 

Friday, May 23, 2014

Melepaskan tidak semudah mengucapkan selamat tinggal sayang

Harus sebanyak apalagi selamat tinggal yang terucap untuk orang yang sama ? sepertinya selamat tinggal kehilangan esensinya sebagai kata perpisahan untuk ku. Harus selama apa lagi ? harus berapa kali lagi ku lompati waktu untuk setiap ucapan selamat tinggal mu sayang ? tak lelahkah kau bergulat dengan kata perpisahan ? boleh aku bertanya, selamat tinggal yang ku baca pada pada kotak pesan ku , kau tulis dengan hati mu tidak ? anehnya setiap ku baca pesan selamat tinggal mu yang ingin ku lakukan memelukmu dan tak lagi ku lepaskan. Tak rindukah kau  pada pelukan ku ? pada jari – jariku yang bermain di punggungmu ? pada wangi rambutku di dadamu ?



Berapa banyak selamat tinggal yang harus ku dengar ? berapa banyak selamat tinggal yang harus tak ku hiraukan? Bisa kita akhiri permainan yang membosankan ini ? maaf jika ku tak bisa berjanji untuk tak melukaimu , aku layaknya manusia biasa meski aku memiliki kemampuan lebih dari wanita lain jika itu berarti membahagiakan mu. Minta aku berjanji untuk tak meninggalkanmu, maka tangan ini akan selalu dalam genggaman mu.

Lagi, lagi dan lagi tak ku temukan penjelasan dari mu selain ‘ selamat tinggal’ dalam kotak pesanku. Baiklah terserah padamu, jika kita tak cukup baik untuk bersama maka ayo kita berpisah saja. Ini kah keputusan yang kau anggap cukup baik ? jangan ingat kebersamaan kita, jangan ingat harapan dan mimpi – mimpi kita, jangan kenang bagaimana cara kita berbagi, jangan kenang apapun ! maka kau ku lepaskan.


Melepaskan tidak semudah mengucapkan selamat tinggal sayang. Jika kau salah maka aku tak lagi butuh benar. Jika kau hitam maka biarlah tak ada lagi putih. Jika ini sakit biarlah ini jadi sakit ku yang terakhir. Melepaskan tidak semudah berkata selamat tinggal sayang. Melepaskan tidak semudah berkata pergi. Melepaskan tidak semudah terjatuh. Melepaskan –untuk ku- sesulit bangkit berdiri. Melepaskan sesulit membuat waktu berjalan mundur –tidak mungkin. 

Jangan megucapkan selamat tinggal pada orang yang tak mampu kau tinggalkan sayang

Monday, May 19, 2014

Jangan meminta ku kuat agar kamu dapat menambah luka ku

"Kamu mau aku pergi ? Aku akan pergi tapi jangan pernah memintaku kembali karna aku tak akan bisa mengambulkannya seperti saat ini. Aku selalu berharap yang terbaik untuk mu, jadi wanita yang kuat ya. Selamat tinggal". Potongan dialog terakhir antara aku dan rasyi selalu jadi hantu dalam malam-malam saat aku terlelap. Kami tak pernah bertengkar hingga berteriak, cekcok kecil pun jarang terjadi namun bukan berarti kami melewati hubungan itu tanpa ada rasa sakit atau tangis air mata. Cinta tak selalu tentang rasa bahagia bukan ?
Saat aku memutuskan untuk pergi, aku rasanya gagal menjadi seorang calon imam yang baik. Ternyata banyak yg harus ku berikan dan ku dapatkan untuk membagi setiap detikku bersama orang yg ku cintai -rasyi. Air matanya yg sering kali ku lihat saat kami berdebat tak lagi mampu ku abaikan, meninggalkannya tak memberinya lebih banyak air mata lagi atau luka atau mungkin juga bahagia.
Aku belajar melewati hari- hari tanpa dia yg sering datang tiba-tiba dan memelukku saat angin membuatku terasa beku, tak lagi ada yang datang membawa makanan favoriteku, tak lagi ada yang datang hanya untuk menemaniku dalam dian, mendengarkan lagu favorite dan menguatkan ku saat badai masalah menerbangkan semangatku. Kenangan hanya jadi kenangan tak peduli seberapa kuat aku ingin itu jadi kenyataan.
Waktu berjalan terasa lambat, aku tersenyum saat bertemu teman-temanku, tertawa saat ada hal yang lucu namun saat aku hanya dengan tembok kamarku kesepian dan air mata meski hanya setetes jadi teman setia ku. Yang ku bayangkan saat sebelum tidur hanya wajahnya yg mudah tertawa bersamaku.
Entah apa rencana tuhan, aku bertemu lagi dengan rasyi gadis yang 2 tahun lalu memintaku meninggalkannya dan aku dengan begitu saja mengabulkannya. Banyak yang berubah, termasuk suasana canggung ini. Aneh rasanya, teramat sangat.
"Apa kabar bima ?", itu yang di tanyakannya pertama kali saat kami bertemu. "Baik, kamu apa kabar ?". "Aku juga baik, lama ya tidak bertemu". Tak tahu kah dia sepanjang malam yg ku ingat, yang ku pikirkan adalah dirinya. Aku hanya tersenyum. "Tahu tidak, aku tetap tak bisa melupakanmu. Banyak cara yang ku lakukan untuk membuat semuanya berjalan dengan baik. Hatiku tak lagi sakit tapi tetap menyimpan harapan yang sama , juga pada orang yang sama"
"Bima, Jangan meminta ku kuat agar kamu dapat menambah luka ku. Ingat dulu kamu bilang aku harus kuat ? Jika kamu kira aku baik-baik saja selama ini, sejujurnya kamu salah. Aku tak jauh berbeda darimu. Bahkan saat ini aku menahan diriku untuk tak memelukmu, bersandar di pundakmu, mengayunkan tanganku untuk menggenggam tanganmu. Hatiku pun tak lagi terasa sakit, tapi tak ada yang bisa membuatku melihat laki-laki lain hingga saat ini. Akhir seperti apa yang akan kita pilih
bima ? takdir apa yang di inginkan tuhan untuk kita ?".


Aku tak memiliki satu kata pun untuk merespon kalimat-kalimatnya. Aku hanya memeluknya dengan erat dan dalam hati, aku janjikan tak akan lagi ada kesepian untuknya meski dia berteriak memintaku pergi.

Friday, May 16, 2014

aku tempat untuk tinggal bukan persinggahanmu

Kita sudah cukup dewasa untuk tau apa-apa yang ingin kita capai, bagaimana mencapainya dan berusaha untuk mencapainya.

Waktu adalah penjawab pertanyaan terbaik. 
Sayangnya yang terbaik itu tak selalu kabar baik atau hal-hal yang menggembirakan. Jangan menduga duga berapa pertanyaan yang ku punya dan belum ku temukan jawabannya karna itu sangat banyak, aku tak hanya menunggu. Aku berusaha. Banyak hal yang hanya bisa berubah jika kita berusaha. Jangan tanyakan padaku apakah hasilnya selalu baik karna tiap kita sudah mengetahuinya.

Kau tahu hatiku adalah rumah mu tapi sering kali kau lupa bahwa kau memiliki rumah dan sibuk berlalu lalang mencari penginapan. Aku memang tak pernah pergi, dimanapun kau aku tetap jadi rumah yang setia tapi kau melupakan bahwa aku juga memiliki perasaan. Benar , sabarku tak pernah habis, waktu yang ku miliki mungkin terbatas tapi jika yang terbatas ini ku habiskan bersamamu tak masalah untukku NAMUN sebagai rumah aku ingin memiliki penghuni. Yang bergegas pulang saat dia pergi karna merindukanku, penghuni yang enggan meninggalkan aku –rumahnya.

Aku tak akan meninggalkanmu hanya karna kau sibuk mencari penginapan NAMUN akupun tak akan terus menunggu. Tidak meninggalkanmu juga tidak menunggumu. Jangan menguji kesetiaan, dia ada untuk memberi kenyamanan bukan sebagai bahan ujian.

Aku memang rumahmu, saat tak ada tempat lain untuk mu kau tau kau selalu bisa kembali padaku NAMUN tidak berarti kau bisa keluar dan masuk sesukanya.  Tidak pantaskah hatiku yang menjadi rumahmu, kau hargai barang hanya sedikit saja ? saat kau sibuk dengan hati yang lain –yang ingin kau jadikan rumah barumu- tetapi tidak terjadi lalu kau datang padaku –rumahmu yang pintunya selalu terbuka.
Hey hatiku ini tempat yang di sebut rumah bukan hanya persinggahan layaknya warung makan.

Daun yang jatuh karna tertiup angin tak akan pernah kembali melekat di dahan tempatnya mengantungkan hidup, bagaimanapun kau berusaha melekatkannya. Dan jika dia melekat di sana tak akan terlihat “SAMA” seperti sebelum dia tertiup angin........ lalu terjatuh.

Saturday, May 3, 2014

JANGAN JADI PENCURI

Aku bukan wanita yang merebut kebahagian dari wanita lain, tau kenapa ? karna aku tak pernah ingin kebahagiaan ku di rebut oleh wanita lain. Sesuatu yang memang bukan untukmu lalu kau ambil maka dia akan menguap dalam kedipan matamu. Secepat itu ? ku yakinkan jawabannya ya.

Memang tak masalah saat kita berada dalam posisi yang menguntungkan, sepertinya kita melupakan TUHAN yang melihat apa-apa yang tak nampak oleh mata; rasa sakit yang disembunyikan, air mata di balik topeng, doa-doa di antara banyaknya tadahan tangan; sebaik-baik nya wanita adalah yang dapat saling menghargai di antara sesamanya.

Untuk apa menyita waktu berpikir bagaimana caranya menghapus senyum orang lain, di saat kita tau namun tak sadar bahwa sudah ada yang mengatur segalanya. Aku, kamu, kita, mereka hanya bermain peran, tiap-tiap kita memiliki skenario yang sudah tertulis. Jangan risaukan kebahagiaan orang lain, jangan menyalahkan orang lain untuk ketidak bahagiaan mu.




Sebelumnya sudah ku katakana “jadilah wanita yang kuat, yang bisa mencuri bahagia dari sakitnya luka”. Kalau ingin menggunakan caraku boleh saja. Seperti ini, pilih dan pilah dalam setiap kenangan atau kenyataan dan pikirkan efek positifnya.

Dengan tidak bersama :
1.   
Kita tak lagi saling menyakiti
2.     Kita tak lagi berusaha keras tidak saling melukai
3.     Kita tak lagi berdebat dengan hal yang itu-itu saja
4.     Kita tak lagi bergantung satu sama lain
5.     Kita tak lagi saling berbagi untuk sesuatu yang tak ingin kita bagi
6.     Kita tak lagi meluangkan waktu di antara padatnya pekerjaan
7.     Kita tak lagi menelan kecewa
8.     Kita tak lagi harus saling berbagi kabar
9.     Kita tak lagi harus menyimpan emosi
10. Tak lagi harus mencoba semua masakan ku hasil percobaan resep yang tak selalu berhasil
11.   Tak lagi ada laporan aku mau kemana, sedang dimana, dengan siapa
12.   Tak lagi ada kebohongan di antara kepercayaan
13.   Tak lagi menjadi orang lain
14.   Tak lagi ada air mata –yang ini harus di coret
15.   Tak lagi ada rasa curiga
16.   Tak ada lagi cemburu –yang ini jugaharus di coret
17.   Tak perlu repot-repot mengikutiku dalam banyak kegiatan
18.  Tak perlu mengantar makanan hanya karna aku ingin makan ini atau itu
19. Kau tak lagi harus memahamiku yang lebih rumit dari gulungan benang kusut
20.   Kau tak harus menuruti semua keinginanku yang seperti anak-anak
21.   Kau tak harus menemaniku bermain dan mengacaukan tugasmu
22.   Kau tak harus memaksakan dirimu untuk ada dalam aturan-aturanku
23.   Kau tak lagi harus membacakan cerita di kantung yang memberatkan kelopak matamu
24. Kau tak lagi harus mendengar omelan ku yang seperti tak pernah habis
25. Kau tak lagi harus menungguku selesai makan –sudah ku percepat tapi tetap saja lama
26.   Kau tak lagi harus mendengar semua ceritaku yang tak pernah habis setiap harinya –yang membosankan
27.   Kau tak lagi harus membaca semua tulisanku yang tak berujung
28.   Kau tak lagi harus mengingatkan ku, sekuat apa tubuhku
29.   Kau tak harus repot-repot menemaniku belanja
30.   Kau tak lagi harus mengantar dan menjemputku –merepotkanmu saja
31.   Kau tak lagi harus cemas karna semua kecerobohanku
32. Kau tak lagi harus menjelaskan apapun kepadaku yang sudah di beritahu berkali-kalipun tetap saja tidak ingat
33.  Kau tak lagi harus berhemat atau menyisihkan apa yang kau miliki karna ingin memberiku sesuatu
34.   Kau tak perlu mendengarku marah-marah karna mencemaskanmu
35. Kau tak harus repot-repot menceramahiku karna aku keras kepala (sekali)

Aku punya daftar yang lebih panjang lagi tapi sepertinya ini sudah cukup. Aku tak mampu menjamin ini berefek namun bisa di coba, barang kali membantu. Setiap rasa putus asa datang dan ketidakberdayaan memeluk baca daftarnya, baca, baca, dan baca.

Menjadi kuat atau lemah adalah sebuah pilihan. Kuat itu bukan berarti tidak pernah menangis, tidak bisa terluka, tidak pernah sakit atau tidak pernah merasa ‘jatuh’. Kuat itu ‘aku tidak apa-apa, semua akan baik-baik saja, ini akan sembuh, aku bisa berdiri lagi meski belum saat ini, aku bisa, ini bukan masalah’.

Jangan jadi wanita yang ingin di kasihani, namun jadilah wanita yang selalu mengasihi

Thursday, May 1, 2014

DILUAR KUASAKU

Bagaimana aku dapat mengucapkan “selamat tinggal, aku melepasmu….” Kepada seseorang yang tak pernah jadi milikku ? Kenapa aku menangisi seseorang yang tak pernah ada dalam hak kepemilikanku ? Bagaimana aku bisa mengupayakan yang terbaik untuk seseorang, yang bahkan tak menganggap aku ada ?

Memangnya aku bisa memilih akan jatuh cinta pada siapa ? memangnya aku punya kesempatan untuk berpikir aku sebaiknya jatuh cinta padanya atau tidak ? memangnya aku punya kuasa untuk menunjukkan hatiku kepada siapa seharusnya dia jatuh cinta ?




Aku hanya memiliki pilihan untuk memberikan hatiku atau tidak. Aku hanya memiliki kesempatan untuk membiarkan kau menyadari bahwa aku jatuh cinta padamu atau tidak. Aku hanya punya kuasa untuk membuatmu melihat , aku jatuh cinta padamu atau tidak.

Merasa di permainkan ? tidak juga, perasaan bukan hanya tentang aku suka karna ini atau aku tidak suka karna itu. Memangnya tidak iri melihat kakek dan nenek yang masih mesra hingga saat usia senja dan menunggu kematian mereka ? kamu pikir mereka hanya saling mencintai karena mereka suka semua yang ada pada mereka satu sama lain ? yang benar saja ! cinta mungkin hilang, sayang mungkin hilang ;di makan waktu,  tapi kebiasaan dan komitmen sesuatu yang pantas untuk di perjuangkan dan di pertahankan.

Saat pertama kali aku melihatmu aku tak memiliki apapun, tak punya banyak harta, tak punya tempat berbagi, tak punya tempat untuk menampung cintaku dan setelah aku mengenalmu aku merasa memiliki sesuatu yang berharga dan yang ku sadari aku sedang jatuh cinta saat itu. Ingin aku menambahkan kata “sangat dalam “ setelah jatuh cinta tidak ? jatuh cinta ku terlalu polos untuk membandingkanmu dengan lelaki yang lain. Sungguh aku tak pernah berencana untuk jatuh cinta padamu. Jangan pernah memikirkan seseorang untuk di cintai , sadarilah bahwa cinta yang memilih untuk mencintainya. Dan aku sadar. Jeng jeng ! terkejut tidak aku jatuh cinta padamu se-awal itu ?


Waktu sangat cepat berlalu jadi kurasa mungkin aku akan melupakanmu dan segala didalamnya, untuk berjaga-jaga jika suatu hari nanti aku melupakanmu. Aku punya banyak tulisan yang akan mengingatkan ku ; ngomong-ngomong kamu ingin aku melupakan mu atau tidak ?; Kenangan tidak untuk di lupakan kan ? jika yang kau maksud perasaan dan segala yang rumit tentangnya, aku tidak tahu jawabannya. Aku tidak bisa melihat masa depan dengan kacamata –sekarang. Aku hanya berusaha untuk mendapat masa depan yang baik menurutku entah ada kamu di sana atau tidak aku tak tahu pasti.

BERSEDIA UNTUK TINGGAL

Saya ingat, dulu sekali saya pernah memintamu pada Tuhan. Seseorang yang bersedia untuk tinggal dan berada disisi saya setelah tahu banyak ...