Bagian terdekat dari sebuah jatuh cinta adalah patahnya.
Ada orang-orang yang hebat dalam
memperbaiki apa-apa yang patah namun tidak sedikit yang hebat dalam mematahkan
apa-apa yang utuh. Memberi orang lain hatimu bukan jaminan bahwa dia mampu
menjaganya seperti miliknya sendiri namun tak pernah ada “jera” untuk
melakukannya lagi, sebab cinta adalah berani memberi rasa percaya.
Ditunggu sebegitunya, dicintai seutuhnya dan diperjuang
sekuatnya membuat kita lupa bahwa dia tidaklah selalu mampu berdiri memperjuangkan
“seseorangnya” yang hanya menikmati, menontonnya saja. Cinta tak pernah
sebercanda ini –untukku.
Kita mengisi apa yang kosong dan membuat tumpah apa yang
penuh. Kita mendudukkan apa yang berdiri dan mendekatkan apa yang jauh. Kita
menikmati angin yang menerpa, terkadang luka dan di terkadang yang lain
bahagia. Cintamu itu seperti ini, percaya tidak?
Maaf untuk marahku, ocehanku juga kebutuhanku akan kamu. Aku
merepotkan ya? Aku sedang belajar dewasa untuk kita, mohon bantuannya ya.
Sabarmu harus tak berbatas sayang, karna kita sedang mengusahakan semua mungkin
yang kita genggam.
Menemukan orang yang sepikiran itu sulit, yang harus kita
lewati hanya jarak dan sepertinya itu hanya angka-angka kosong. Belajar percaya
padaku seperti aku yang belajar percaya pada tulusnya kamu. Rasanya, jatuh
cinta itu sulit –dulu. Nyatanya semudah embun yang menetes, namun tak pernah
menyalahkan pagi atasnya.
![]() |
| Terimakasih untuk hadir dan bersedia mengisi. Tolong jangan datang dan pergi sesukanya. Maaf karna aku tak sesempurna gambaranmu. -L |

No comments:
Post a Comment