Ada yang bilang saat sebuah hubungan yang dekat menjadi renggang dan air mata ikut hadir di sana maka yang di tangisi adalah kenangannya. Sering aku berfikir jika dia tidak pergi, aku bisa membuat kenangan yang jauh lebih indah dan jauh lebih banyak. Kemudian aku kembali berfikir, yang ku rindukan kenangan di mana kamu menemani ku membuat sejuta bahagia dan luka atau aku merindukan kamu yang meski hanya diam mampu membuat ku mengingat segala hal yang terjadi baik -meski itu buruk ?
Semua tempat yang ku suka pernah ku kunjungi bersama mu, jika ada tempat yang tak kita kunjungi pastilah karna kita memang tak suka.
Aku sibuk memikirkan alasan untuk membuat ku tidak menyukai mu, aku tau segala hal buruk tentang mu namun entah bagaimana mata ku melihatnya "biasa" hingga aku menemukan hal yang ku anggap "buruk" pun aku tetap tak mampu membuat mu tidak baik di hati ku. Terserah pada mu ingin menyebut ini apa. Sebanyak apapun luka yang kamu beri pada ku, aku punya obat yang lebih banyak lagi untuk membuat luka-luka ini sembuh. Ingin tau tidak aku menyebutnya apa ? Hmm aku menamainya kenangan baik.
Tak jarang aku lelah melihat tingkah mu yang sering mengabaikan ku, dan ajaibnya saat kamu datang dengan bentangan tangan mu aku tak pernah mampu menolaknya dan melupakan segala pengabaian mu pada ku. Aku terlalu merindukan mu untuk marah. Aku terlalu mencintai mu untuk marah. Aku terlalu membutuhkan mu untuk merasa marah.
Tahu kah kau bagaimana aku bertahan ? tak apa jika kau tak tahu. Aku bahagia memperjuangkan mu. Jangan pergi dari sisiku ya -aku tak ingin kau tau sebanyak apa yang ku korbankan untuk mu.
No comments:
Post a Comment