Tuesday, November 1, 2011

dia orangnya

siang yang panas, dan akhirnya aku disini. menikmati makan siangku seorang diri.sapanya pada diri sendiri. "hari yang panas ya mas, saya pesan seperti biasa aja". di sebuah kafe dengan aksen yang romantis, tempat langganan yang biasa rini datangi.
"ini untuk mu", sapa seorang pria dengan entengnya dan berlalu begitu saja.belum sempat bertanya, pria itu melangkah pergi begitu saja.
"terimakasih" dengan tertahan rini mengatakannya sambil melihat kearah dimana pria tersebut pergi.

"ini mbak pesanannya", seorang pelayan datang dan menyajikan semangkuk eskrim dan puding coklat. "ya, terimakasih mas".
menikmati es krim nya sambil memikirkan pria aneh yang memeberinya setangkai bunga mawar merah, ya itu bunga kesukaannya. hingga akhirnya senja datang menjemput dan rini pulang membawa rasa penasarannya.


"selamat pagi dunia", sapanya di pagi hari saat membuka jendela kamarnya. waktunya mandi dan kuliah. selesai menyiapkan segala perlengkapan dan badan sudah wangi, rinipun pergi ke kampus.
dikantin tempatnya menuntut ilmu itu, dilihatnya sosok yang menyita banyak perhatiannya. "dia orangnya", berkata pada dirinya sendiri. "hey, kamu yang kemarin!" teriaknya pada pria itu. belum hilang rasa penasarannya pada pria itu, dia sudah berlalu dan menghilang seperti sebelumnya. selesai mengikuti sesi,
"hariku berjalanan tetap dengan kesendirian dan tanpa teman" lalu dia pergi ke kafe langganannya. tapi dia dapati pria yang dia cari dan membuatnya penasaran duduk dikursinya biasa duduk "permisi, kamu orang yang memberiku bunga semalam dan yang kulihat dikampusku tadikan ?". "ya, ini untukmu setangkai bunga mawar. bukankah ini bunga kesukaanmu ?". balasnya menanggapi ucapan rini. "kamu tau dari mana aku menyukai mawar? maaf kamu siapa ? kenapa memberiku bunga?".
"aku tidak hanya memberimu bunga, aku bahkan mampu memberimu kebahagiaan. aku tau segalanya tentangmu". jawabnya dengan senyum yang mengembang. "aku tidak suka dimata-matai dan aku sudah bahagian dengan hidupku. bawa pergi jauh kebahagiaan mu karna aku tak membutuhkannya". rini berlalu dengan perasaan yang kacau dan dengan beribu pertanyaan yang mengisi ruang-ruang kosong perasaannya.

"tunggu, aku adalah masa depanmu. jangan keras kepala, ayo bersama ku. aku bisa menemani mu. oh ya, namaku raka" mengulurkan tangannya kepada rini yang menatap tangan itu dengan aneh.
"apa aku pernah mengenalmu sebelumnya, aku merasa tidak asing denganmu sejak pertama kau berikan setangkai mawar itu". raka hanya memandangnya dengan senyuman dan mengajak rini pergi dari cafe itu, "mari ku antar pulang".

"terimakasih tapi siapa kamu?". "aku raka, aku masa depan, kebahagiaan, dan kehidupanmu, selamat malam rini".

No comments:

Post a Comment

BERSEDIA UNTUK TINGGAL

Saya ingat, dulu sekali saya pernah memintamu pada Tuhan. Seseorang yang bersedia untuk tinggal dan berada disisi saya setelah tahu banyak ...