aku pikir aku mampu, aku jauh lebih kuat dari yang aku tau. tapi nyatanya, hanya ragaku yang mampu menanggungnya sedangkan hatiku semakin hari semakin teriris dan hampir habis
sudah sekuat tenaga ku tahan airmata yang ingin memuntahkan segala asa dan beban itu, aku tak ingin memperlihatkan betapa rapuhnya aku karna tak mampu menahan angin yang berhembus terlalu kuat di sepotong perjalanan cerita hidupku.
Sudah ku teriaki hatiku, sudah ku beri semangat agar tidak memuntahkan beban yang ditanggungnya dengan cara seperti ini. Memalukan untukku, meneteskan air yang menganak sungai dan meluncur dengan indahnya dari kedua oase wajahku.
Bukankah aku memiliki 1000 pilihan untuk meringankan bebanku ?
"aku mohon, kuatlah, berhentilah untuk melakukan hal bodoh. apa kau mau terlihat rapuh dan lemah ? kau mau setiap orang dengan mudahnya dapat menyakitimu dan membuatmu hancur ? ku mohon berhentilah. kuatlah seperti aku. Aku percaya kau mampu jadi yang terkuat bahkan lebih kuat dari aku", kata raga pada hati
"hey, kau pikir kau yang terkuat ? aku (airmata)tau kau hanya berpura- pura kuat. jangan kau pikir selama ini kau yang memberi kekuatan raga. sadarlah kau kuat karna hati yang memberi kekuatan, karna hati yang telah memberikan seluruh kekuatannya hingga dia hancur. kau tau, sekarang dia hancur. kenapa ? karna seluruh kekuatannya habis untuk menyanggamu tetap berdiri hingga saat ini. dan AKU (AIRMATA) bukanlah hal bodoh. aku adalah satu satunya cara yang kau(raga) punya untuk mengurangi segudang bebanmu! berhenti mengataiku bodoh!", sergah airmata pada raga dengan tajamnya.
dan KEHIDUPAN pun datang, bertanya pada raga "apa yang kau pilih ? hati atau jantungmu ? apa kau mampu tetap mempertahankan aku tetap bersama mu dengan salah satu dari mereka ? selalu ada yang tersingkir".
Jantung meneriaki raga untuk memilihnya, mempertahankannya ada dalam raga "pilih aku, aku mampu membuat kehidupan tetap dengan mu selama kau juga denganku".
"Jangan ! pilih aku, pilih hati. Aku bisa mengundangnya hadir dan selalu hadir karna aku punya kekuatan yang mengalahkan kekuatan apapun. Aku mampu membuat kehidupan selalu denganmu raga asal kau memilihku", hati tak kalah dengan jantung untuk tetap mempertahankan kedudukannya.
"aku bingung harus memilih hati atau jantung, kehidupan. baiklah aku putuskan, aku memilih mereka berdua meski aku akan kehilanganmu. terimakasih untuk pilihan yang kau berikan. Aku tak mampu hidup hanya dengan salah satu dari mereka, mereka bagian dariku", jawab raga dengan bijaknya.
Setelah itupun kehidupan pergi, berhembus beriring angin yang datang dan berhempus lagi pergi menuju tempat lain sesuka hatinya.

wah great .
ReplyDeletecoba berdamai dengan diri sendiri .
memilih jlan yang di takdirkan .
#nice (jempol)
terimakasih banyak :) untuk komentar dan waktunya
ReplyDelete