yang ku obati bukan luka ku melainkan cintaku. Jika saja luka tidak selalu berarti menyakitkan mungkin tidak sulit untuk melupakan. aku meletakkannya di tepian tanpa tersentuh. tidak mengabaikan hanya saja rasanya butuh istirahat seperti telah berjalan panjang dan ku dapati jalan buntu. pilihan ku hanya berputar dan melewati kesulitan yang sama dua kali.tidak jadi masalah jika saja aku tahu waktu yang ku miliki.
aku harus ingat. aku tidak pernah sendiri. dan terimakasih untuk cinta yang sangat penuh ini, aku meneguknya setiap menit. untuk waktu yang berharga , penuh cinta namun sesingkat aku berkata "selesai".
apa aku harus membayar untuk semua yang kau berikan. S U D A H K U B A Y A R. ku sodorkan bangunan- bagunan tak beratap yang kehilangan pintu namun tak memiliki jendela yang kau berikan. tidak kah pernah berfikir, begitu menyesakkan tinggal di dalamnya ? dan aku mengembalikannya.
baca lah setiap goresan di sana yang kau mulai namun tak pernah bisa kau terima. aku selalu menyelesaikannya dan pada akhirnya kenyataan yang tak ammpu kau terima dan menghindar dengan cara mu. begitulah "cinta" punya 1000 jalan untuk menyelesaikannya.
terimakasih tanpa batas, seperti angin yang berhembus tanpa lelah. hujan yang datang tanpa pernah peduli dan matahari yang selalu bersinar meski tak terlihat oleh mata
No comments:
Post a Comment