Dia terus berlari mengejarku, yang ku sebut rindu tak pernah
menyerah. Sosok nya yang menawan membuat ku lupa apa rasanya bebas tanpa cinta.
Ya, dia wanita yang bertahun- tahun menemaniku dan selalu jadi
penghiburan dan tempat asal semua kekesalan ku.
“aku akan pulang sebentar lagi” begitu katanya di telp namun
aku tahu sebentar lagi yang di maksudnya tanpa batas. Terkadang ingin rasanya
mengakhiri ini smua. Suara nya terdengar di telingaku begitu keras, itu dia. Ya
di sini lah aku, bandara. Menunggunya pulang mengarungi hari – harinya bersama
laki-laki pilihannya.
Aku mencintai wanita yang juga kekasih orang lain dan aku
tetap ingin menyimpan ini. Sampai kapan ? sampai aku punya sedikit saja
keberanian untuk melawan rasa takut akan kehilangan kalau saja kukatakan apa
yang ku rasakan padanya. Terlalu indah senyuman di bibirnya, bercerita apa yang
mereka lakukan. Dan aku hanya mendengarkan……….
No comments:
Post a Comment