Monday, May 19, 2014

Jangan meminta ku kuat agar kamu dapat menambah luka ku

"Kamu mau aku pergi ? Aku akan pergi tapi jangan pernah memintaku kembali karna aku tak akan bisa mengambulkannya seperti saat ini. Aku selalu berharap yang terbaik untuk mu, jadi wanita yang kuat ya. Selamat tinggal". Potongan dialog terakhir antara aku dan rasyi selalu jadi hantu dalam malam-malam saat aku terlelap. Kami tak pernah bertengkar hingga berteriak, cekcok kecil pun jarang terjadi namun bukan berarti kami melewati hubungan itu tanpa ada rasa sakit atau tangis air mata. Cinta tak selalu tentang rasa bahagia bukan ?
Saat aku memutuskan untuk pergi, aku rasanya gagal menjadi seorang calon imam yang baik. Ternyata banyak yg harus ku berikan dan ku dapatkan untuk membagi setiap detikku bersama orang yg ku cintai -rasyi. Air matanya yg sering kali ku lihat saat kami berdebat tak lagi mampu ku abaikan, meninggalkannya tak memberinya lebih banyak air mata lagi atau luka atau mungkin juga bahagia.
Aku belajar melewati hari- hari tanpa dia yg sering datang tiba-tiba dan memelukku saat angin membuatku terasa beku, tak lagi ada yang datang membawa makanan favoriteku, tak lagi ada yang datang hanya untuk menemaniku dalam dian, mendengarkan lagu favorite dan menguatkan ku saat badai masalah menerbangkan semangatku. Kenangan hanya jadi kenangan tak peduli seberapa kuat aku ingin itu jadi kenyataan.
Waktu berjalan terasa lambat, aku tersenyum saat bertemu teman-temanku, tertawa saat ada hal yang lucu namun saat aku hanya dengan tembok kamarku kesepian dan air mata meski hanya setetes jadi teman setia ku. Yang ku bayangkan saat sebelum tidur hanya wajahnya yg mudah tertawa bersamaku.
Entah apa rencana tuhan, aku bertemu lagi dengan rasyi gadis yang 2 tahun lalu memintaku meninggalkannya dan aku dengan begitu saja mengabulkannya. Banyak yang berubah, termasuk suasana canggung ini. Aneh rasanya, teramat sangat.
"Apa kabar bima ?", itu yang di tanyakannya pertama kali saat kami bertemu. "Baik, kamu apa kabar ?". "Aku juga baik, lama ya tidak bertemu". Tak tahu kah dia sepanjang malam yg ku ingat, yang ku pikirkan adalah dirinya. Aku hanya tersenyum. "Tahu tidak, aku tetap tak bisa melupakanmu. Banyak cara yang ku lakukan untuk membuat semuanya berjalan dengan baik. Hatiku tak lagi sakit tapi tetap menyimpan harapan yang sama , juga pada orang yang sama"
"Bima, Jangan meminta ku kuat agar kamu dapat menambah luka ku. Ingat dulu kamu bilang aku harus kuat ? Jika kamu kira aku baik-baik saja selama ini, sejujurnya kamu salah. Aku tak jauh berbeda darimu. Bahkan saat ini aku menahan diriku untuk tak memelukmu, bersandar di pundakmu, mengayunkan tanganku untuk menggenggam tanganmu. Hatiku pun tak lagi terasa sakit, tapi tak ada yang bisa membuatku melihat laki-laki lain hingga saat ini. Akhir seperti apa yang akan kita pilih
bima ? takdir apa yang di inginkan tuhan untuk kita ?".


Aku tak memiliki satu kata pun untuk merespon kalimat-kalimatnya. Aku hanya memeluknya dengan erat dan dalam hati, aku janjikan tak akan lagi ada kesepian untuknya meski dia berteriak memintaku pergi.

No comments:

Post a Comment

BERSEDIA UNTUK TINGGAL

Saya ingat, dulu sekali saya pernah memintamu pada Tuhan. Seseorang yang bersedia untuk tinggal dan berada disisi saya setelah tahu banyak ...