Saturday, May 3, 2014

JANGAN JADI PENCURI

Aku bukan wanita yang merebut kebahagian dari wanita lain, tau kenapa ? karna aku tak pernah ingin kebahagiaan ku di rebut oleh wanita lain. Sesuatu yang memang bukan untukmu lalu kau ambil maka dia akan menguap dalam kedipan matamu. Secepat itu ? ku yakinkan jawabannya ya.

Memang tak masalah saat kita berada dalam posisi yang menguntungkan, sepertinya kita melupakan TUHAN yang melihat apa-apa yang tak nampak oleh mata; rasa sakit yang disembunyikan, air mata di balik topeng, doa-doa di antara banyaknya tadahan tangan; sebaik-baik nya wanita adalah yang dapat saling menghargai di antara sesamanya.

Untuk apa menyita waktu berpikir bagaimana caranya menghapus senyum orang lain, di saat kita tau namun tak sadar bahwa sudah ada yang mengatur segalanya. Aku, kamu, kita, mereka hanya bermain peran, tiap-tiap kita memiliki skenario yang sudah tertulis. Jangan risaukan kebahagiaan orang lain, jangan menyalahkan orang lain untuk ketidak bahagiaan mu.




Sebelumnya sudah ku katakana “jadilah wanita yang kuat, yang bisa mencuri bahagia dari sakitnya luka”. Kalau ingin menggunakan caraku boleh saja. Seperti ini, pilih dan pilah dalam setiap kenangan atau kenyataan dan pikirkan efek positifnya.

Dengan tidak bersama :
1.   
Kita tak lagi saling menyakiti
2.     Kita tak lagi berusaha keras tidak saling melukai
3.     Kita tak lagi berdebat dengan hal yang itu-itu saja
4.     Kita tak lagi bergantung satu sama lain
5.     Kita tak lagi saling berbagi untuk sesuatu yang tak ingin kita bagi
6.     Kita tak lagi meluangkan waktu di antara padatnya pekerjaan
7.     Kita tak lagi menelan kecewa
8.     Kita tak lagi harus saling berbagi kabar
9.     Kita tak lagi harus menyimpan emosi
10. Tak lagi harus mencoba semua masakan ku hasil percobaan resep yang tak selalu berhasil
11.   Tak lagi ada laporan aku mau kemana, sedang dimana, dengan siapa
12.   Tak lagi ada kebohongan di antara kepercayaan
13.   Tak lagi menjadi orang lain
14.   Tak lagi ada air mata –yang ini harus di coret
15.   Tak lagi ada rasa curiga
16.   Tak ada lagi cemburu –yang ini jugaharus di coret
17.   Tak perlu repot-repot mengikutiku dalam banyak kegiatan
18.  Tak perlu mengantar makanan hanya karna aku ingin makan ini atau itu
19. Kau tak lagi harus memahamiku yang lebih rumit dari gulungan benang kusut
20.   Kau tak harus menuruti semua keinginanku yang seperti anak-anak
21.   Kau tak harus menemaniku bermain dan mengacaukan tugasmu
22.   Kau tak harus memaksakan dirimu untuk ada dalam aturan-aturanku
23.   Kau tak lagi harus membacakan cerita di kantung yang memberatkan kelopak matamu
24. Kau tak lagi harus mendengar omelan ku yang seperti tak pernah habis
25. Kau tak lagi harus menungguku selesai makan –sudah ku percepat tapi tetap saja lama
26.   Kau tak lagi harus mendengar semua ceritaku yang tak pernah habis setiap harinya –yang membosankan
27.   Kau tak lagi harus membaca semua tulisanku yang tak berujung
28.   Kau tak lagi harus mengingatkan ku, sekuat apa tubuhku
29.   Kau tak harus repot-repot menemaniku belanja
30.   Kau tak lagi harus mengantar dan menjemputku –merepotkanmu saja
31.   Kau tak lagi harus cemas karna semua kecerobohanku
32. Kau tak lagi harus menjelaskan apapun kepadaku yang sudah di beritahu berkali-kalipun tetap saja tidak ingat
33.  Kau tak lagi harus berhemat atau menyisihkan apa yang kau miliki karna ingin memberiku sesuatu
34.   Kau tak perlu mendengarku marah-marah karna mencemaskanmu
35. Kau tak harus repot-repot menceramahiku karna aku keras kepala (sekali)

Aku punya daftar yang lebih panjang lagi tapi sepertinya ini sudah cukup. Aku tak mampu menjamin ini berefek namun bisa di coba, barang kali membantu. Setiap rasa putus asa datang dan ketidakberdayaan memeluk baca daftarnya, baca, baca, dan baca.

Menjadi kuat atau lemah adalah sebuah pilihan. Kuat itu bukan berarti tidak pernah menangis, tidak bisa terluka, tidak pernah sakit atau tidak pernah merasa ‘jatuh’. Kuat itu ‘aku tidak apa-apa, semua akan baik-baik saja, ini akan sembuh, aku bisa berdiri lagi meski belum saat ini, aku bisa, ini bukan masalah’.

Jangan jadi wanita yang ingin di kasihani, namun jadilah wanita yang selalu mengasihi

No comments:

Post a Comment

BERSEDIA UNTUK TINGGAL

Saya ingat, dulu sekali saya pernah memintamu pada Tuhan. Seseorang yang bersedia untuk tinggal dan berada disisi saya setelah tahu banyak ...