Bagaimana aku dapat mengucapkan “selamat tinggal, aku
melepasmu….” Kepada seseorang yang tak pernah jadi milikku ? Kenapa aku
menangisi seseorang yang tak pernah ada dalam hak kepemilikanku ? Bagaimana aku
bisa mengupayakan yang terbaik untuk seseorang, yang bahkan tak menganggap aku
ada ?
Memangnya aku bisa memilih akan jatuh cinta pada siapa ?
memangnya aku punya kesempatan untuk berpikir aku sebaiknya jatuh cinta padanya
atau tidak ? memangnya aku punya kuasa untuk menunjukkan hatiku kepada siapa
seharusnya dia jatuh cinta ?
Aku hanya memiliki pilihan untuk memberikan hatiku atau
tidak. Aku hanya memiliki kesempatan untuk membiarkan kau menyadari bahwa aku
jatuh cinta padamu atau tidak. Aku hanya punya kuasa untuk membuatmu melihat ,
aku jatuh cinta padamu atau tidak.
Merasa di permainkan ? tidak juga, perasaan bukan hanya
tentang aku suka karna ini atau aku tidak suka karna itu. Memangnya tidak iri
melihat kakek dan nenek yang masih mesra hingga saat usia senja dan menunggu
kematian mereka ? kamu pikir mereka hanya saling mencintai karena mereka suka
semua yang ada pada mereka satu sama lain ? yang benar saja ! cinta mungkin
hilang, sayang mungkin hilang ;di makan waktu, tapi kebiasaan dan komitmen sesuatu yang
pantas untuk di perjuangkan dan di pertahankan.
Saat pertama kali aku melihatmu aku tak memiliki apapun, tak
punya banyak harta, tak punya tempat berbagi, tak punya tempat untuk menampung
cintaku dan setelah aku mengenalmu aku merasa memiliki sesuatu yang berharga dan yang ku sadari
aku sedang jatuh cinta saat itu. Ingin aku menambahkan kata “sangat dalam “
setelah jatuh cinta tidak ? jatuh cinta ku terlalu polos untuk membandingkanmu
dengan lelaki yang lain. Sungguh aku tak pernah berencana untuk jatuh cinta
padamu. Jangan pernah memikirkan seseorang untuk di cintai , sadarilah bahwa
cinta yang memilih untuk mencintainya. Dan aku sadar. Jeng jeng ! terkejut
tidak aku jatuh cinta padamu se-awal itu ?
Waktu sangat cepat berlalu jadi kurasa mungkin aku akan melupakanmu dan segala didalamnya, untuk berjaga-jaga jika suatu hari nanti aku melupakanmu. Aku punya banyak tulisan yang akan mengingatkan ku ; ngomong-ngomong kamu ingin aku melupakan mu atau tidak ?; Kenangan tidak untuk di lupakan kan ? jika yang kau maksud perasaan dan segala yang rumit tentangnya, aku tidak tahu jawabannya. Aku tidak bisa melihat masa depan dengan kacamata –sekarang. Aku hanya berusaha untuk mendapat masa depan yang baik menurutku entah ada kamu di sana atau tidak aku tak tahu pasti.

No comments:
Post a Comment