" Aku sudah melupakan mu ". Sebenar-benarnya melupakan adalah yang tidak di katakan namun di buktikan dengan tindakan, sering kali tindakan yang di perlihatkan hanya "sebuah kepalsuan" layaknya topeng yang terlihat selalu tertawa meski si pemakainya sedang berlinang airmata.
Ketahuilah banyak alasan seseorang untuk terlihat baik-baik saja entah untuk meyakinkan dirinya sendiri atau untuk tidak menambah lukanya sendiri. Tidak menangis bukan berarti bahagia dan tertawa tidak berarti tidak sedang berduka. Banyak airmata yang menjadi wakil dari rasa bahagia dan banyaknya tawa yang berarti ketidak sanggupan menanggung beban yang lebih berat lagi.
Banyak alasan seseorang terlihat tegar, bukan untuk memberi pertunjukkan adu kuat namun menyimpan harapan besok akan lebih baik dan segalanya akan kembali baik-baik saja seperti saat angin belum menerbangkan helaian rambutku detik ini.
Melepaskan seseorang tidak seperti melepaskan ikatan tali, yang jika terlalu erat maka si gunting siap membantu. Tidak pula seperti mengenggam pasir yang jika terlalu erat maka pasir-pasir itu akan melepaskan diri mereka sendiri.
Sesuatu yang dibiasakan maka akan jadi hal yang biasa karna telah terbiasa, akan jadi pilihan utama mesti cinta jadi pilihan lainnya. Tak ada yang tak mampu di lakukan waktu selain kembali pada masa lalu. Jika tak mampu melepaskan maka terbiasalah untuk merasa dilepaskan.
No comments:
Post a Comment