boleh aku kembali di masa lalu dan berjalan dengan berandai-andai ? rasa-rasanya ini seperti ; aku berbicara pada diri mu di masa lalu dan kemudian jalan beriringan. aku pernah terlempar dalam kenangan yang terasa seperti kenyataan. seperti dalam labirin penuh simpang dan tanpa cahaya namun tiba-tiba kau memeluk ku dari berbagai arah tanpa ampun, tanpa membiarkan ku berpikir, tanpa ku tau kau membawa ku kemana - aku tanpa banyak kata hanya tau kau datang untuk ku dan aku percaya padamu-
Aku pernah kehilangan harapan bahkan
sering kali tanpa ampun dan karna kau selalu ada di samping ku, aku selalu bisa
temukan jalan lain untuk harapan-harapan baru -diwaktu lalu
Boleh aku kembali di masa lalu dan
berjalan dengan berandai-andai ? Rasa-rasanya ini seperti aku berbicara pada
diri mu di masa lalu dan kemudian jalan beriringan. Aku pernah terlempar dalam
rindu yang tak bekesudahan dan di titik tertinggi saat aku merasa , aku tak
sanggup lagi menahan ini seorang diri. Lalu kau memelukku dari berbagai arah
tanpa ampun, tanpa membiarkan ku mengucapkan sepatah katapun, tanpa melewatkan
waktu sia-sia terbuang, tanpa memikirkan kau merindukanku juga atau tidak -aku
memelukmu dengan seluruh cinta kasihku tanpa perduli kau memeluk ku dengan
alasan apa-
Aku pernah merasa jadi satu-satu
meski aku bukan nomor satu, aku pernah merasa jatuh cinta lagi, lagi dan lagi di
setiap matahari menampakkan sinarnya, aku pernah merasa jadi ratu dan kau yang
jadi rajanya. Aku pernah pula di sia-sia kan, aku pernah di tinggalkan saat
sedang sakit-sakitnya, aku pernah menanggung beban yang mungkin tak sanggup kau
bayangkan, aku selalu berkata ya mesti hati ku tidak jika itu kau yang
menginginkannya.
tanpa sadar aku pernah menyakiti, pernah menyia-nyiakan, pernah dengan ego ku merendahkanmu. dengan penuh penyesalan, tolong maafkan aku dengan segala keterbatasanku.
Aku pernah lebih baik dari ini. Aku
hanya harus berusaha sekali lagi untuk baik-baik saja jika saat ini tidak -dan
pada kenyataannya memang tidak. Aku hanya harus berusaha sekali lagi untuk jadi
aku yang dulu, yg lebih kuat sebelum aku punya tangan yang menopangku , sebelum
aku punya pundak yang siap menampung tangisku, sebelum aku punya dekapan hangat
yang melindungiku dari dingin yang menusuk.
Tempat mu masih kosong, seperti hati
ku yang juga kosong
-jadilah wanita yang kuat, yang bisa mencuri bahagia dari sakitnya luka

No comments:
Post a Comment