Saat memilih untuk mencintai harusnya tiap-tiap kita tahu
apa resikonya. Sudah tertulis jelas segalanya pasti bermuara, saat ada yang
mengatakan awal tanpa perlu kamus aku tahu akan datang akhir –suatu hari nanti
saat aku tak pernah menduganya. Pernah ada yang bilang cinta itu anugrah, ya
memang terlepas seperti apa bentuknya pada dasarnya memang anugrah jika kita
tahu dimana muaranya. Akan jadi indah jika kita tahu dimana muaranya. Akan lebih
mudah jika kita tahu dimana muaranya.
Tapi cinta bukan hanya tentang akhir, yang ku maksud di sini
adalah “PERJALANAN”. Semua sudah tahu akan ada akhirnya kan, lalu kenapa mesti
berpikir dua kali ? jika tidak datang saat ini maka nanti. Kenapa masih
menyia-nyiakan kesempatan ? kenapa masih mencari keyakinan ? kenapa masih
berpikir “nanti” ?
“sulit untuk mengetahui apakah anda mencintai seseorang
sampai mereka pergi” – GD Swan
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sering kali saat duduk sendiri. Bertanya-tanya pada dia yang
entah dimana; apa kita memandang langit yang sama ? apa sampai salamku yang ku
titipkan pada langit untuk mu ? apa
disana kau juga memikirkan ku ?
Saat pagi datang dan aku terbangun ; untuk kali ini, aku kehabisan peluru, baju baja ku hilang
dan perlengkapan perangku tak ku temukan. Maaf, ku tak bisa beri dia peluang untuk patah lagi –hatiku.
Tak bisa lagi ku ukir kenangan yang sama indahnya, kenangan yang sama pahitnya,
kenangan yang bagaimanapun cara ku mengingatnya hanya akan jadi kenangan.
Jika anda mencintai seseorang, biarkan dia pergi . karna
jika dia kembali, dia selalu milikmu dan jika dia tidak, dia tidak pernah ada. –khalil
Gibran

No comments:
Post a Comment