Monday, April 21, 2014

ku tak bisa beri dia peluang untuk PATAH LAGI (saat ini)

Saat memilih untuk mencintai harusnya tiap-tiap kita tahu apa resikonya. Sudah tertulis jelas segalanya pasti bermuara, saat ada yang mengatakan awal tanpa perlu kamus aku tahu akan datang akhir –suatu hari nanti saat aku tak pernah menduganya. Pernah ada yang bilang cinta itu anugrah, ya memang terlepas seperti apa bentuknya pada dasarnya memang anugrah jika kita tahu dimana muaranya. Akan jadi indah jika kita tahu dimana muaranya. Akan lebih mudah jika kita tahu dimana muaranya.

Tapi cinta bukan hanya tentang akhir, yang ku maksud di sini adalah “PERJALANAN”. Semua sudah tahu akan ada akhirnya kan, lalu kenapa mesti berpikir dua kali ? jika tidak datang saat ini maka nanti. Kenapa masih menyia-nyiakan kesempatan ? kenapa masih mencari keyakinan ? kenapa masih berpikir “nanti” ?

“sulit untuk mengetahui apakah anda mencintai seseorang sampai mereka pergi” – GD Swan
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sering kali saat duduk sendiri. Bertanya-tanya pada dia yang entah dimana; apa kita memandang langit yang sama ? apa sampai salamku yang ku titipkan pada langit untuk mu ?  apa disana kau juga memikirkan ku ?

Saat pagi datang dan aku terbangun ; untuk kali ini, aku kehabisan peluru, baju baja ku hilang dan perlengkapan perangku tak ku temukan. Maaf, ku tak bisa beri dia peluang untuk patah lagi –hatiku. Tak bisa lagi ku ukir kenangan yang sama indahnya, kenangan yang sama pahitnya, kenangan yang bagaimanapun cara ku mengingatnya hanya akan jadi kenangan.



Jika anda mencintai seseorang, biarkan dia pergi . karna jika dia kembali, dia selalu milikmu dan jika dia tidak, dia tidak pernah ada. –khalil Gibran


No comments:

Post a Comment

BERSEDIA UNTUK TINGGAL

Saya ingat, dulu sekali saya pernah memintamu pada Tuhan. Seseorang yang bersedia untuk tinggal dan berada disisi saya setelah tahu banyak ...