beri aku sebuah nama untuk sebuah pertanyaan tentang rasa
setiap ada yang datang tanpa berusaha melihatnya dari sisi yang lain, tanpa mencoba melihatnya lebih jauh. aku langsung menjawab "dia tak lebih baik dari 'dia-ku' "
tak pernah bermaksud ingin memiliki, namun saat aku tahu 'dia-ku' melihat ke arah lain. aku merasa terluka
aku tak apa jika 'dia-ku' tak melihat ku, seperti 'dia-ku' yang juga tak melihat ke arah lain
tak pernah berniat membuat 'dia-ku' masuk dalam kepemilikanku, namun meski seribu orang datang padaku tetap 'dia-ku' yang tak tergantikan
aku bisa mencintai yang lain tapi tak pernah bisa menghapus perasaan ku pada 'dia-ku'
semua yang ada pada 'dia-ku' seperti tak bisa pergi dari potongan otakku hingga siapapun yang datang tak pernah terlihat mencapai cukup dari 'dia-ku'
beri aku sebuah nama untuk rasa yang entah bagaimana lagi aku harus menjelaskannya. beri aku sebuah nama untuk rasa yang entah harus ku apakan agar bertemu dengan kesudahan. beri aku sebuah nama untuk sebuah rasa yang entah kenapa tak bisa ku gambarkan dalam coretan - coretan tangan. beri aku sebuah nama untuk rasa yang entah berapa kali lagi harus ku akui keberadaanya
-untuk yang tak pernah terlihat nyata di dunia ku. untuk 'dia-ku' yang tak bisa mati di sini -hatiku
makasih untuk inspirasinya. aku selalu punya bahu kok dan kamu gak pernah sendiri
.jpg)
No comments:
Post a Comment