Wednesday, April 23, 2014

AKU PUNYA BAHU, UNTUK MU

Aku tahu ini bukan hari yang mudah untuk kau lewati. Tapi, coba lihat aku ! aku disini untukmu semau mu, sepanjang waktu yang kau butuhkan. Aku tahu ini bukan hari yang mudah untuk di hadapi seorang diri. Tapi, coba lihat aku ! aku di sini untuk menjadi teman, tanpa ada kesepian yang mengikuti. Aku tahu ini bukan hari yang mudah untuk terus terlihat tegar. Coba lihat aku ! aku disini untuk tak memnonton kau bermain sandiwara, aku mampu melihat luka meski kau menyembunyikannya.

Mungkin aku bukan orang yang kuat, aku juga terkadang merasa jatuh, menangis dan ikut dalam banyak permainan sandiwara yang di pentaskan .  aku terbiasa menghadapinya hanya dengan diriku sendiri, aku, aku yang memang tak memberi peluang orang lain untuk ada di sisiku, aku yang menutup pintu rapat-rapat dan menangis dengan menutup rapat mulutku. Tapi coba lihat aku ! aku berdiri tepat di sampingmu bersama dengan linangan air mata di pipimu. Coba lihat aku ! apa aku harus berbalik dan berpura-pura tak melihatmu dan air mata itu ? apa aku harus ikut bermain sandiwara lagi, lagi dan lagi ?


Ini bukan hari yang mudah untuk di lewati, aku tahu. Tapi kamu punya aku. Aku selalu punya pundak untuk menampung segala keluh kesahmu. Aku punya bahu untuk menampung segala kekesalan mu. Aku punya lengan yang siap merangkul segala rasa sakitmu. Kamu punya aku. Kita bagi ya




untuk yang sedang menunggu dalam luka, untuk yang bersabar dalam luka, untuk yang terus terlihat tegar dalam luka, untuk yang tak pernah menyerah memberi dalam luka, untuk yang terus hidup dan berdamai dengan luka akan datang seorang dia, di waktu yang tak terduga untuk jadi obat yang tak pernah habis.

No comments:

Post a Comment

BERSEDIA UNTUK TINGGAL

Saya ingat, dulu sekali saya pernah memintamu pada Tuhan. Seseorang yang bersedia untuk tinggal dan berada disisi saya setelah tahu banyak ...