Aku tahu ini bukan hari yang mudah untuk kau lewati. Tapi,
coba lihat aku ! aku disini untukmu semau mu, sepanjang waktu yang kau
butuhkan. Aku tahu ini bukan hari yang mudah untuk di hadapi seorang diri. Tapi,
coba lihat aku ! aku di sini untuk menjadi teman, tanpa ada kesepian yang
mengikuti. Aku tahu ini bukan hari yang mudah untuk terus terlihat tegar. Coba lihat
aku ! aku disini untuk tak memnonton kau bermain sandiwara, aku mampu melihat
luka meski kau menyembunyikannya.
Mungkin aku bukan orang yang kuat, aku juga terkadang merasa
jatuh, menangis dan ikut dalam banyak permainan sandiwara yang di pentaskan
. aku terbiasa menghadapinya hanya
dengan diriku sendiri, aku, aku yang memang tak memberi peluang orang lain
untuk ada di sisiku, aku yang menutup pintu rapat-rapat dan menangis dengan
menutup rapat mulutku. Tapi coba lihat aku ! aku berdiri tepat di sampingmu
bersama dengan linangan air mata di pipimu. Coba lihat aku ! apa aku harus
berbalik dan berpura-pura tak melihatmu dan air mata itu ? apa aku harus ikut
bermain sandiwara lagi, lagi dan lagi ?
Ini bukan hari yang mudah untuk di lewati, aku tahu. Tapi kamu punya aku. Aku selalu punya pundak untuk menampung segala keluh kesahmu. Aku punya bahu untuk menampung segala kekesalan mu. Aku punya lengan yang siap merangkul segala rasa sakitmu. Kamu punya aku. Kita bagi ya
untuk yang sedang menunggu dalam luka, untuk yang bersabar dalam luka, untuk yang terus terlihat tegar dalam luka, untuk yang tak pernah menyerah memberi dalam luka, untuk yang terus hidup dan berdamai dengan luka akan datang seorang dia, di waktu yang tak terduga untuk jadi obat yang tak pernah habis.

No comments:
Post a Comment