Rindu yang
ku tumpuk semakin tinggi, rasa-rasanya sudah tak ada ruang kosong lagi. Sesulit
ini kah mengatakan “aku merindukan mu”. Hahahaha, yang ku tertawakan rasa takut
ku. Semakin ku coba untuk menghapusnya maka semuanya semakin terlihat jelas.
“kamu baik-baik saja ? aku pernah lebih baik saat kau di sini. Hatimu baik-baik saja ? hatiku pernah lebih baik saat kau yang mengisinya. Apa masih ada aku di sana ? masih terlalu jelas untukku hapus dalam hatiku segenap cinta yang pernah jadi milikmu. bisa tidak untuk tidak pergi ? bisa tidak untuk tidak meninggalkan ku ?”
Sulit melihat
kau tahu semuanya dengan jelas dan aku meraba-raba. Sepertinya dunia meneriaki
ku untuk terus berjalan namun kau punya tembok yang tinggi dan tak membukakan
pintu untuk ku.
Bingung ?
kata yang kerap menyapa di sela –sela rasa takut ku. Takut ini benar-benar
kenyataannya. Takut aku bermimpi dan tak sanggup untuk bangun. Takut kau hanya
mimpi dan aku memiliki kesempatan di setiap detiknya untuk bangun dan melihat
kenyataan tak ada kau di sini.
Hahahhaa,
yang ku tertawakan diri ku. Betapa pengecutnya aku untuk mengakui kenyataan,
semuanya berbeda dan aku masih jadi orang yang sama. Orang yang masih tak mampu
berlari tanpa mu, orang yang masih sama tak bisa menunjukkan betapa berharganya genggaman
tanganmu, orang yang masih sama tak bisa menahan air mata dan senyum ku saat
mengingatmu.
Seindah ini
kah cinta ? hingga saat aku kehilangannya, aku pun ikut hilang bersamanya. Serumit
inikah cinta ? hingga aku tak mampu menjelaskan nya pada mu untuk tak beranjak
dari sisiku.
.jpg)
No comments:
Post a Comment